Ini Sosok yang Paling Sibuk di Persib Selama Pandemi

Rabu, 30 September 2020 18:52 WIB

Share
Dokter Tim Rafi Gani jadi sosok paling sibuk di Persib selama pandemi. (Foto: bobotoh.id)

BANDUNG, (POSKOTAJABAR)

Walaupun kompetisi sedang off, sosok ofisial Persib Bandung ini punya intensitas kerja yang tetap tinggi. Ia harus memastikan seluruh anggota skuad Maung Bandung dalam keadaan baik-baik saja. Dia tak lain Mohamad Rafi Gani, dokter tim Persib.

Tak berlebihan bila intensitas kerja Rafi tetap tinggi meski tidak ada jadwal kompetisi. Pandemi Covid-19 membuat dirinya kebagian tanggung jawab memastikan pemain, pelatih, dan ofisial tim lain, bebas dari ancaman virus. Apalagi Persib pernah memiliki catatan buruk saat Wander Luiz dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

"Peristiwa Wander Luiz menyadarkan kita semua, bahwa ancaman virus berada sangat dekat dengan siapa saja. Sebagai orang yang diserahi tanggung jawab menangani urusan kesehatan anggota tim, tugas saya terbilang berat selama pandemi," ujar Rafi selepas mengawal para punggawa menjalani tes usap tahap empat.

Meningkatnya ritme kerja Rafi sudah terjadi sejak wabah Corona dinyatakan telah menjangkiti negeri ini sekitar enam bulan silam. Bahkan Rafi tetap harus fokus bekerja ketika kompetisi dihentikan dan pemain rehat latihan. "Saat para pemain rehat latihan dan diharuskan berada di rumah, saya tetap bekerja memantau mereka. Itu juga berlaku untuk ofisial tim lainnya seperti pelatih dan jajaran di bawahnya," tukas Rafi.

Dengan adanya kasus Wander Luiz, Rafi mengaku dirinya tidak boleh lengah. Karenanya ia memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk seluruh anggota tim. Terlebih lagi Rafi mendapat dukungan maksimal dari Pelatih Robert Rene Alberts yang juga punya komitmen sangat tinggi terhadap urusan kesehatan.

Ketika PSSI hanya mewajibkan klub menggelar tes dengan metode rapid, misalnya, Rafi justru mendesak manajemen Persib untuk memakai metode usap. "Secara harga memang lebih mahal, tapi kesehatan pemain harus jadi prioritas utama," tegasnya.

11 Tahun

Memasuki 2020, tak terasa Rafi sudah menginjak tahun kesebelas menjadi bagian tim Maung Bandung. Kali pertama dipercaya jadi dokter tim pada 2009, ia mengaku beroleh setumpuk pengalaman mengesankan. Selama rentang waktu itu ia telah mendampingi sepuluh pelatih dan berinteraksi dengan beragam karakter pemain yang jumlahnya tidak bisa ia hitung.

Namun pengalaman yang paling mengesankan adalah saat mendampingi Djadjang Nurdjaman merebut titel kampiun Liga Indonesia 2014. "Momen itu tidak akan saya lupakan seumur hidup. Tidak semua orang yang pernah jadi bagian tim ini bisa mengecap pengalaman berharga meraih gelar juara," tuturnya.

Halaman
1 2
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler