Pelatih Fisik Persib Bingung Menyusun Program Lanjutan

Rabu, 30 September 2020 09:42 WIB

Share
Pelatih Fisik Persib Yaya Sunarya mengaku masih bingung harus menyusun program lanjutan seperti apa setelah kompetisi ditunda. (Foto: simamaung)

BANDUNG, (POSKOTAJABAR)

Jadwal kick-off kompetisi Liga 1 dipastikan harus molor akibat pihak kepolisian tidak mau mengeluarkan izin keramaian. Tim pelatih Persib pun terpaksa harus menyusun ulang proyeksi. Pelatih Fisik Persib Yaya Sunarya bahkan mengaku sedikit kebingungan dengan situasi yang dihadapi timnya. Di satu sisi, ia tak ingin tren positif yang tengah ditapaki Supardi Nasir saparakanca memudar efek kompetisi ditunda. Di sisi lainnya, Yaya belum punya pegangan harus meracik program lanjutan seperti apa lantaran jadwal kick-off revisi belum jelas.

“Kemarin kita sudah sangat siap berkompetisi. Kesiapan para pemain dari segi fisik sedang menunjukkan grafik naik. Tapi sekarang semua itu seperti tak berarti apa-apa,” ucap Yaya melalui pesan Whatsapp kepada Poskota Jabar.

Yaya mengaku sangat kecewa dengan penundaan kompetisi. Ia yakin perasaan serupa dialami semua anggota tim, termasuk klub lain. “Selama dua bulan kemarin, kita berlatih sangat sungguh-sungguh. Semua fokus mengejar kesiapan menuju awal Oktober. Sama sekali tidak ada pikiran kompetisi bakal ditunda,” aku Yaya.

Namun Yaya tak mau kondisi ini terus berlarut-larut. Ia berharap segera ada kejelasan kapan jadwal baru kick-off kompetisi dimulai. Sebab hal itu, menurut Yaya, sangat berpengaruh pada program latihan yang harus disusun. “Beda treatment antara menyiapkan tim satu minggu dan satu bulan. Kami sangat menunggu jadwal baru secara resmi dari PSSI atau PT LIB, bukan sekadar wacana pihak ini pihak itu,” beber Yaya.

Jika tidak ada kejelasan dengan segera, Yaya khawatir akan berpengaruh pada sisi psikologi para pemain. “Akibat pandemi, kemarin para pemain sudah melewati off kompetisi dalam jangka waktu cukup lama. Sekarang muncul lagi persoalan kompetisi ditunda. Bila tidak segera diatasi, efeknya pasti berpengaruh pada psikologi pemain. Kami tidak mau itu terjadi,” tambah Yaya.

Yaya melihat kunci untuk mengatasi situasi sekarang sepenuhnya berada di tangan PSSI dan PT LIB. Oleh karenanya Yaya berharap kedua institusi tersebut bergerak cepat. “Untuk menghindari kejadian izin tidak keluar hanya dua hari menjelang kick-off, ada baiknya kejelasan secara legal formal sudah dikantungi PSSI dan PT LIB sejak jauh-jauh hari,” pungkas Yaya. (jat)

Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler