Antara Pilkada dan Liga Indonesia. Protokol Kesehatannya Sama, Ijinnya Berbeda.

Jumat, 9 Oktober 2020 14:24 WIB

Share
Para pemain Persib Bandung ketika bertanding melawan Selangor FC pada Kejuaraan Asia Challenge Cup 2020 di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu. (Foto: Tirto.id)

BANDUNG, (POSKOTAJABAR)

Harus diakui, pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan. Bahkan hampir mengubah segalanya. Hampir semua bidang, ekonomi, budaya, pendidikan, tak kecuali olahraga merasakan dampaknya. Berbagai kegiatan pun harus mengalami penundaan. Sejak Maret 2020, kompetisi harus berhenti karena belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Sempat ada rencana bergulir Oktober 2020, kompetisi kembali tertunda akibat izin kepolisian tidak keluar.

Meski dalam kondisi serba tidak pasti, Persib Bandung masih terus menjaga asa untuk tetap berkompetisi di Liga 1 2020 dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi, pemerintah tetap mengzinkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Selain itu, PSSI pun masih berambisi menggulirkan kompetisi di bulan November 2020. 

Karena itu, pelatih PERSIB, Robert Alberts tetap mempersiapkan timnya untuk berkompetisi. Sejak muncul rencana kembalinya Liga 1 bulan Oktober 2020, tim langsung tancap gas melakukan berbagai kesiapan. 

Setelah ada pengumuman penundaan kembali, tim diliburkan tanggal 30 September 2020. Setelah libur sepekan, Jumat (9/10) 2020, Persib kembali berlatih. Supardi Nasir dan kawan-kawan tetap akan dipersiapkan untuk tampil November 2020 meski hingga saat ini belum ada kabar pasti kompetisi bergulir atau tidak.

Bukan tanpa alasan, target juara di tahun ini adalah mimpi yang ingin diwujudkan. Permulaan yang bagus dengan tiga kemenangan beruntun menjadi modal. Persib sebagai satu-satunya tim yang mendapat tiga kemenangan dengan poin sembilan. Posisi puncak sementara ini ingin dipertahankan hingga akhir kompetisi.

Tetap menjaga kesiapan tim sangat penting. Pandemi Covid-19 bukan menjadi alasan, tapi tantangan agar tim tetap bertahan dan selalu siap apapun keputusan PSSI nanti.

Asa tetap kompetisi berlanjut pun tetap dijaga karena pengorbanan pemain yang tetap setia bersama Persib. Pangeran Biru menjadi tim yang masih utuh pemainnya. Bandingkan dengan tim lain yang menghadapi persoalan pemain yang hengkang akibat tidak adanya kompetisi.

Pengorbanan pemain pun sudah cukup besar. Klub yang harus mengikuti kebijakan PSSI membuat pemain tak penuh mendapat gajinya. Namun, situasi sulit itu tak membuat kecintaan pemain kepada tim berkurang. Mereka tetap setia bersama Persib.

Hasil positif tim hingga pengorbanan pemain, staf pelatih hingga ofisial tim membuat asa itu tetap dipertahankan. Kompetisi yang rencananya bergulir November 2020 diharapkan benar-benar terjadi. Apalagi, sepakbola bukan hanya tempat mencari nafkah pemain atau klub, tapi tak sedikit pihak lain yang juga bergantung pada sepakbola.

Halaman
1 2
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler