Pantai Karang Nini Objek Wisata di Pangandaran yang Banyak Cerita
Selasa, 16 Februari 2021 11:58 WIB
Share
bjek wisata Pantai Karang Nini Kabupaten Pangandaran (foto: santirah.com)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN
Pantai Karang Nini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dari jalan raya utama Kalipucang - Pangandaran untuk menuju objek wisata Karang Nini sekitar 2,5 kilometer.

Pantai yang terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang ini memiliki ciri khas suasana alami membuat kita ingin terus datang untuk memanjakan diri dan keluarga.

Selain suasana yang nyaman, fasilitas pendukung lainnya seperti ayunan (swing,red), spot selfie, MCK, tempat parkir yang luas dan jajanan makanan ringan yang tersedia di warung-warung.

Namun, dibalik keindahannya, pantai yang satu ini memiliki banyak cerita asal mula nama pantai Karang Nini.

Berdasarkan cerita yang diterima POSKOTAJABAR, legenda tempat Karang Nini, bermula konon pada zaman dahulu kala disebuah kampung Karang Tanjung yang sekarang bernama kampung Emplak, tinggal sepasang Aki jeung Nini (Kakek dan Nenek,red) yang bernama Arga Piara dan Nini Ambu  dan pada waktu itu sedang sakit.

Si Kakek Arga Piara gemar memancing ikan di laut. Seperti biasa pada hari Sabtu sang kakek pergi memancing dan si Nenek menunggu di rumah.

Hari pun semakin petang sedangkan si kakek belum juga pulang. Hal itu membuat hati sang Nenek gelisah dan khawatir takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa diri pada pasanganya itu (si aki).

Saat ditelusurinya sepanjang pantai, sambil memanggil-manggil sang suami diantara deburan ombak. Namun malang sampai hari berganti malam si kakek tidak ditemukan juga. 

Para penduduk yang membantu mencari si kakek pun sudah putus asa dan memilih pulang ke rumahnya masing-masing serta tinggalah si Nenek sendirian di tepi pantai.

Dengan kesaktian yang dimilikinya, si Nenek memohon kepada sang Ratu Laut Kidul, agar bisa ditemukan dengan si aki. Tak lama kemudian, menjelmalah dihadapan si Nenek sebuah batu karang dalam keadaan mengambang sebagai perwujudan dari jasad si kakek.

Saat ini batu karang tersebut  dinamakan "Batu Bale Kambang". Konon kabarnya kalau berdiri diatas batu tersebut terasa seolah bergoyang. 

BACA JUGA : Cabuli Anak Didik, Oknum Guru Diniyah di Cianjur Ditangkap Polisi


Didorong oleh keinginan bukti cinta kasih dan setianya, kemudian si Nenek bersemedi (bertapa) kembali diatas batu karang memohon kepada Nyi Roro Kidul agar dirinya selalu didekatkan dan dijelmakan seperti si kakek.


Si Nenek pun akhirnya menjelmalah menjadi sebuah batu karang menghadap laut kearah Batu Bale Kambang yang sekarang disebut "Batu Karang Nini".

Kisah kasih kedua insan tersebut sampai saat ini masih kokoh terabadikan melalui dua batu karang yaitu Batu Karang Nini dan Batu Bale Kambang. 

Namun, pada tahun 1918 (abad 18,red) bentuk kepala si nenek tersambar petir.

Salah seorang pedagang di objek wisata pantai Karang Nini, Supardi (73) mengatakan, dulu warga setempat sempat memperbaiki bentuk kepala Karang Nini. 

"Namun, karena terhempas oleh tsunami tahun 2006 silam kepalanya tidak ada lagi," ungkap Supardi kepada POSKOTAJABAR.

Dia mengaku sudah lama berada di tempat tersebut, jadi tahu persis kondisi objek wisata Karangnini.

"Saya tinggal disini sejak tahun 1985 jadi tahu asal mula sejarah pantai Karang Nini," katanya.



Menurut dia, pantai Karang Nini tidak seramai objek wisata lainya yang ada di Kabupaten Pangandaran. Seperti pantai Batuhiu, Karapyak, Batukaras dan Green Canyon.

"Pengunjung yang bermain ke pantai Karang Nini masih bisa dihitung jari dan tidak seramai objek wisata yang lainnya yang selalu padati pengunjung ketika libur tiba," tuturnya.

Supardi berharap, ada tambahan wahana baru di pantai Karang Nini supaya untuk menarik perhatian calon wisatawan.

"Pantai Karang Nini masih alami, dan tidak pernah ada renovasi apapun mungkin pengunjung bosan dengan kondisi itu, semoga pemerintah memperhatikan objek wisata Karang Nini," ujarnya. (dry)




Reporter: Suherlan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler