Bimbo, Selasar Bagi yang Tersasar dan Penyejuk Bagi yang Merajuk
Kamis, 18 Februari 2021 11:14 WIB
Share
(Foto: wikipedia.org)

“Tuhan, tempat aku berteduh, di mana aku mengeluh, dengan segala peluh.. Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa, tempat aku memuja, dengan segala doa..”

Penggalan lirik lagu tersebut pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Penggalan Lirik tersebut adalah salah satu hasil karya dari Trio balada asal Bandung, Bimbo. Lirik yang sederhana. Tapi justru kesederhanaan itu mendapat sambutan luas. Lagu ini abadi karena selalu hadir pada berbagai momentum yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan.

Bimbo, yang beranggotakan Sam, Acil, Jaka dan dalam perkembangannya kemudian ditambah oleh adik perempuan mereka Iin Parlina, adalah pelantun sekaligus pencipta lagu yang berjudul Tuhan tersebut. Selain lagu tersebut, masih banyak lagi karya Bimbo lain yang liriknya kerap beririsan dengan tema cinta, lingkungan, hingga kritik sosial.

Namun tema cinta dalam lagu mereka tidak terjebak dalam lirik-lirik yang meratap. Sebagai grup, Bimbo sukses mendikte pasar. Seiring berjlannya waktu, Bimbo berhasil mengkombinasikan iringan instrumen musik dengan lirik-lirik puitis religius.

Hal ini kemudian memunculkan penilaian bahwa aksentuasi Bimbo, justru ada pada lagu-lagu kasidah dengan tema-tema lirik ilahiah. Untuk mengetahui awal mula kisah Bimbo berkutat di jalur industri lagu religi, kita bisa merujuk dari buku 30 tahun perjalanan “Sajadah Panjang Bimbo” yang ditulis budayawan Sunda terkenal, Tatang Sumarsono.

Lagu ‘Tuhan’ sendiri, diciptakan Sam di Masjid Salman, ITB. Alkisah, suatu saat Sam sedang Salat Jumat. Tapi begitu berada di dalam masjid, batinnya menangkap suasana berbeda. Dalam perenungan yang semakin dalam ia merasakan ketenangan batin yang amat sangat kala itu. Tiba-tiba inspirasi itu datang dan mendesaknya mewujudkan dalam sebuah karya. Dalam waktu dua menit, lirik sebuah lagu legendaris itu pun lahir.

Lagu Tuhan yang dibuat Sam amatlah spesial pada zaman itu. Pasalnya kata 'Tuhan' mungkin pernah kita dengar dalam setiap lagu pop. Tapi 'Tuhan' yang hadir di sana bukan sebagai tema yang mengusung jiwa dari lirik lagu. Melainkan hanya dimasukkan ke dalam rangkaian kata sebagai pelengkap pengungkapan sebuah seruhan atau rintihan.

Dalam setiap lagu pop lain, Tuhan terkesan tidak mengandung muatan sakral. Namun, Tuhan dalam syair lagu Bimbo tidak demikian. Ia hadir sebagai judul, tema dan nyawa dari sebuah lirik. Bagi orang muslim, lagu ‘Tuhan’ yang dibuat Sam memang bersumberkan pada ajaran tauhid.

Rangkaian kalimatnya mengandung idiom yang termaktub dalam Al-Quran. Tapi pada kenyataannya lagu itu teramat universal. Sam mengakui, lagu Tuhan pernah dijadikan lagu wajib pada lomba menyanyi yang diselenggarakan oleh gereja-gereja se-DKI Jakarta.

Dan pada September 1974, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, album kasidah pertama Bimbo akhirnya dirilis ke publik. Hal ini secara tidak langsung menjadikan Bimbo sebagai musisi atau band pionir yang memproduksi lagu-lagu dengan tema religi menjelang Ramadan.

Halaman
1 2
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler