Saat Mendengar Kata Selingkuh, Kenapa Cuma Wanita yang Selalu Dipojokan?
Jumat, 19 Februari 2021 21:47 WIB
Share
(Foto: kartunkuhd.blogspot.com)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Jagat dunia maya khususnya di Indonesia saat ini sedang dihebohkan oleh pemberitaan yang melibatkan Ayus personil grup gambus Sabyan yang notabene adalah seorang pria beristri yang sedang tersandung kasus dugaan perselingkuhan dengan sang vocalis, Nissa.

Saking gemparnya kasus ini di seantero negeri, sampai saat ini tagar terkait berita ini sedang menjadi trending topic nomor satu di twiter.  

Terlepas dari kasus yang kini sedang banyak diperbincangkan ini, ada yang ‘menarik’ dari cara pandang netizen dalam menangapi kasus-kasus semacam ini sebelumnya. Sudah sejak lama, netizen kerap menghakimi perempuan yang mereka labeli sebagai perebut laki orang (pelakor) dengan beribu hujatan sedemikian rupa tanpa kenal ampun.

BACA JUGA: Artis TikTok Dazharia Shaffer Meninggal Karena Bunuh Diri, Postingan Last Post di Instagram Bikin Ngeri

Ada yang menyebut perempuan nggak tahu diri, dibilang perempuan “kok bego banget mau-maunya jadi selingkuhan-lah”, dilabeli sebagai pelacur, disumpahin kena azab dan berbagai hujatan lainnya.

Istilah pelakor dengan mudahnya disematkan kepada perempuan-perempuan yang menjadi partner selingkuh si pria. Secara tidak langsung kata ‘perebut’ ini telah menimbulkan aroma maskulinitas yang kuat.

Permasalahan utamanya adalah, pada setiap kasus dugaan perselingkuhan yang kerap terjadi di negara kita ini, kenapa hanya sosok perempuan yang kesannya paling aktif, dengan mencuri, dan mengejar-ngejar suami orang?.

Perlu digaris bawahi, proses perselingkuhan itu adalah sebuah tindakan sadar yang dikerjakan oleh dua insan manusia, bukan hanya sosok perempuan saja. Apakah laki-laki cukup bersih dan tidak bersalah dalam sebuah kasus perselingkuhan?.

BACA JUGA: Awal Mula Nissa dan Ayus Syaban Ketahuan Selingkuh, Chat Sayang-Sayangan di Baca Istri?

Halaman
1 2
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler