Mengenang Kang Ibing, Seniman Multitalenta yang Sosoknya Melegenda di Tatar Sunda
Kamis, 25 Februari 2021 10:31 WIB
Share
Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata atau lebih populer dengan nama Kang Ibing, adalah seorang budayawan, pelawak, penyiar, aktor, penulis, dosen dan penceramah(Foto: www.unpaders.id)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Kang Ibing memang sudah tiada, namun sepak terjang dan berbagai macam peninggalan karyanya telah menjadi warisan berharga bagi kita semua hingga saat ini.  Pria bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata ini merupakan seorang budayawan, pelawak, penyiar, aktor, penulis, dosen dan penceramah. Ia lahir di Sumedang pada 20 Juli 1946, dan meninggal di Bandung pada 19 Agustus 2010.

Setelah lulus SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Jurusan Bahasa Rusia, Fakultas Sastra Universitas Padjajaran (Unpad), sampai lulus sarjana muda. Kang Ibing memulai karirnya sebagai penyiar dan pengasuh acara obrolan rinéh (santai) yang kocak namun sarat dengan kritik di stasiun radio Mara 27Dengan lentong Sunda yang khas, obrolan Kang Ibing di Radio Mara yang diselingi menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para pendengar dengan gaya ngalér-ngidul seénaknya, amat sangat digemari oelh banyak pendengar pasa saat itu.

Salah satu acaranya di radio ini adalah ‘Kios Cinta Radio Mara’. Di radio inilah ia mulai dikenal dengan nama Kang Ibing. Awalnya, karena di Radio Mara seluruh penyiar diharuskan memakai nama samaran. Seperti Bang Domba, Bang Kalong, Bang Gapleh, dll. Dikala Kang Ibing sedang siaran, Ia sering joget atau ngibing, dari sana lah nama Ibing mulai tercetus.

BACA JUGA: Anda Orang yang Mudah Stress?, Simak 4 Cara Berikut Ini untuk Mengatasinya

Lewat siaran radio itu pula, Kang Ibing bertemu jodohnya, Nike Wahyuningsih. Suatu hari saat sedang siaran, Ibing menerima surat dari Nike yang ingin meminjam kaset yang biasa diputar kalau Ibing sedang siaran. Dengan hati penasaran, Kang Ibing menjumpai perempuan itu dengan membawa kaset yang diminta. Setalah itu, keduanya kemudian sering bertemu, hingga akhirnya menikah.

Saat masih menjadi mahasiswa, ia pernah menjadi Ketua Kesenian Damas, penasehat Departemen Kesenian UNPAD dan asisten dosen Fakultas Sastra. Dan di Damas inilah, Kang Ibing mengetahui bakatnya yang besar sebagai pelawak, dan ternyata banyak yang menyukai gaya melawaknya dan kemudiam mendorong dirinya untuk terjun sebagai pelawak.

Di Damas pula, Kang Ibing mengasah kemampuannya dalam hal nembang lagu cianjuran, hingga ia benar-benar menguasai teknik bernyanyi yang baik dan benar. Semasa hidupnya, Kang Ibing telah banyak merilis banyak album musik, baik wanda Jaipongan bersama Hj. Ijah Hadijah, pop Sunda, dan pop Indonesia. Selain bernyanyi, bersama grup lawaknya ‘De Kabayan’, Kang Ibing pun merilis beberapa kaset lawak yang dapat sambutan baik di pasaran. Seperti album “Kang Maman dan Gadis Jujur”, “Tukang Loak”, “Kang Maman dan Anak Anjing”, dll.

BACA JUGA: Layakanya Balapan Formula 1, 'Mobil Setan' Jadi Raja di Jalanan Bogor-Sukabumi

Bersama Asep Sunandar Sunarya, ia juga pernah merilis kaset wayang bodoran, dan bersama Utun-Dekok, Kang Ibing menghasilkan album pantun “Nyi Roro Inem”. Ia jugs pernah berkolaborasi dengan Gepeng dari Srimulat dalam sebuah project musik, dan merilis album. Di album ini Kang Ibing bernyanyi lagu dangdut.

Halaman
1 2
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler