Satpam, Petugas Keamanan Partikelir yang Lahir dari Tangan Seorang Jenderal Polisi
Kamis, 25 Februari 2021 14:41 WIB
Share
(Foto: Twitter @hijabrate)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Pada medio 1980-an, tak bisa dipungkuri bahwa kehadiran satuan pengamanan (satpam) kian meningkat yang berbanding lurus dengan menggeliatnya kapitalisme Orde Baru. Jenderal Awaloedin Djamin yang menjabat sebagai Kapolri pada periode 1978-1982 memiliki kekhawatiran atas apa yang terjadi di Jepang, dimana para Yakuza memaksakan jasa keamanan kepada para pengusaha. Hal serupa pun terjadi juga di Amerika Serikat.

Mencegah hal serupa terjadi di Indonesia, Ia pun kemudian membentuk organisasi Satuan Pengamanan atau Satpam. Ia pun bermaksud membawa kelompok-kelompok yang terkait dengan keamanan yang sudah ada, masuk dalam kendali polisi. Maka dari itu lahirlah satpam berdasarkan konsep sistem keamanan ketertiban masyarakat (siskamtibmas) swakarsa dengan Surat Keputusan Nomor Pol: Skep/126/12/1980, tanggal 30 Desember 1980.

Mengacu pada tanggal tersebut, maka di kemudian hari tanggal itu diperingati sebagai hari jadi Satpam Indonesia. Dan pada 30 Desember 1993, Kepolisian Polri kemudian mengukuhkan Jenderal (Purn) Prof Dr Awaloedin Djamin sebagai Bapak Satpam dengan mempertimbangkan jasanya sebagai pelopor serta tonggak berdirinya satpam di Indonesia.

BACA JUGA: Ramalan Zodiak Karier Besok, Jum’at 26 februari 2021, Aries Kesempatan Kedua, Sagitarius Peluang Baru

Dalam konsep siskamtibmas swakarsa, Awaloedin Djamin menetapkan ”agar satpam harus merupakan tanggung jawab perusahaan atau instansi yang bersangkutan, serta didaftar, dilatih, dan dibina oleh Polri.”

Maka dari itu sesuai definisinya, tugas pokok satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan atau tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Fungsi satpam adalah melindungi dan mengayomi lingkungan atau tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya.

Proses kelahiran satpam tidaklah berjalan mulus. Jauh Sebelumnya, sudah ada beberapa perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengamanan, yang umumnya dipimpin oleh purnawirawan Pati (perwira tinggi) ABRI. Bahkan di beberapa daerah terdapat kelompok non pemerintahan yang menegakkan hukum dalam kehidupan sehari-hari, dan lebih berpengaruh dibandingkan polisi. Dalam hal ini negara pun tampaknya merasa tersaingi.

BACA JUGA: Kamu Harus Tahu! Berikut Ini Makanan Indonesia yang Ternyata Merupakan Warisan dari Belanda

Jumlah polisi tidaklah memadai, bahkan ketika polisi lepas dari ABRI. Satpam pun hadir sebagai pembantu polisi dalam hal menjaga ketertiban dan keamanan di perusahaan atau instansi yang mempekerjakannya.

Halaman
1 2 3
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler