Mengungkap Sisi Lain Dono Warkop yang Paradoks, Mulai dari Dosen, Aktivis, dan Penulis
Sabtu, 27 Februari 2021 09:17 WIB
Share
Dono memiliki peran dalam reformasi 1998. la lah yang ikut menyiapkan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjungan ke DPR, hingga menyiasati demo-demo mahasiswa (Foto: Pinterest)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Drs. Wahyu Sardono, M.S. atau lebih populer dengan nama Dono Warkop, selama ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai komedian dari grup lawak legendaris Warkop DKI. Namun, mungkin masih jarang yang mengetahui sisi lain dari pria kelahiran Solo, 30 September 1951 ini.

Dono bersama grup lawaknya, Warkop DKI yang beranggotakan Nanu, Kasino dan Indro ini dikenal akan peran mereka yang kerap mengocok perut. Selain itu, salah satu ciri khas dalam setiap film Warkop adalah, kehadiran wanita seksi sebagai pemeran pembantu.

Namun selain menyuguhkan aksi lawak yang slapstick, Warkop juga kerap menyelipkan kritik sosial dalam setiap dialog, baik dalam film maupun sandiwara yang mereka pentaskan. Selain kerap menyelipkan kritikan-kritikan sosial, masih banyak fakta dari pelawak yang pernah menjadi ketua OSIS semasa SMA di Surakarta ini.

BACA JUGA: Mengenang Kang Ibing, Seniman Multitalenta yang Sosoknya Melegenda di Tatar Sunda

Setelah menamatkan sekolah menengah atas di Surakarta, Dono melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dan mengambil jurusan Sosiologi. Di kampus, Dono aktif di kegiatan kampus, salah satunya Mapala UI.

Setelah lulus kuliah dan sempat bekerja menjadi karikaturis di berbagai surat kabar seperti Tribun dan Salemba, bapak dari tiga orang anak ini pernah dipercaya menjadi asisten dosen jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dari pernikahannya dengan Titi Kusumawardhani atau yang biasa disapa Didiet, Dono memiliki tiga orang anak, diantaranya Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas. Ketiga anak Dono diketahui memiliki prestasi yang gemilang di dalam dunia pendidikan.

BACA JUGA: Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Resmi Jabat Wali Kota Solo, Langsung Blusukan

Anak-anak Dono memang tergolong anak yang berprestasi. Selain Damar yang lulus Cum Laude S2 di Swiss Federal Institute of Technology (ETHZ) dan di Lausanne (EPFL) pada tahun 2012, dua saudaranya juga berhasil menyelesaikan pendidikan mereka di Jakarta.

Halaman
1 2 3
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler