Sepenggal Kisah Tentang Kiai Sadrach, Penyebar Ajaran Kristen Abangan di Tanah Jawa
Minggu, 28 Februari 2021 15:30 WIB
Share
Kiai Sadrach seorang penginjil Jawa kharismatik. Meskipun bergelar kiai, Sadrach merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam misi menyebarkan ajaran Kristen alias penginjil di tanah Jawa (Ist)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Para Misionaris Belanda kelabakan mencari jalan bagaimana caranya agar orang-orang Jawa di Nusantara menjadi Kristen yang sungguh-sungguh. Masyarakat Jawa tak ingin tercerabut dari akar budayanya yang telah dipegang teguh jauh sebelum Kristen datang.

Lain halnya dengan para pekabar Injil awam Indo-Eropa yang memperhatikan budaya lokal. Maka muncullah jemaat bumiputera yang berpenampilan Jawa. Mereka disebut “jemaat Sadrach” karena pemimpinnya adalah seorang penginjil Jawa kharismatik, Kiai Sadrach. Meskipun bergelar kiai, Sadrach merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam misi menyebarkan ajaran Kristen alias penginjil di tanah Jawa.

Sebelum lebih jauh kita bahastentang Kiai Sadrach, perlu kita pahami terlebih dahulu mengenai istilah Kiai atau Kyai. Dilansir dari nu.or.id, Rais Syuriah PBNU KH. Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan Gus Mus mengungkapkan, istilah "kyai" telah digunakan salah kaprah karena sebenarnya kyai adalah sebuah istilah khas budaya Jawa yang mempunyai makna orang terhormat di tengah masyarakat yang selalu melihat umat dengan mata kasih sayang. "Itu pendapat pribadi saya setelah saya pelajari dari mulai Imam Nawawi di Banten sampai Kyai Sepuh kita, dan saya tidak perlu pusing-pusing melarang pemakaian kyai kepada orang lain, wong sudah salah kaprah kok," ungkapnya. Jadi istilah Kiai tidak selalu identik dengan tokoh islam.

BACA JUGA: Mengungkap Sisi Lain Dono Warkop yang Paradoks, Mulai dari Dosen, Aktivis, dan Penulis

Kembali ke Kiai Sadrach. Pria yang memiliki nama asli Radin ini tinggal di Karangjasa, sebuah desa terpencil di selatan Bagelan, bekas karesidenan di Jawa Tengah. Pada medio abad ke-19, Karangjasa dikenal sebagai tempat mengabarkan Injil oleh para pejabat kolonial Belanda, Misi Gereja-gereja Gereformeerd Belanda (ZGKN), dan orang-orang Kristen Jawa.

Namun, di sisi lain pemerintah kolonial menganggap Sadrach sebagai ancaman, ia diaggap sebagai pemimpin pemberontak yang mengancam stabilitas, ketentraman, dan ketertiban umum. Sedangkan para zending Belanda menganggap kekuasaan Sadrach dan kepemimpinannya sudah melampaui batas-batas kekristenan yang benar dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Calvinisme.

“Mereka menuduh Sadrach sebagai pemimpin orang Jawa sesat dan menganggap ajarannya sebagai campuran antara pemikiran Kristen dan bukan Kristen. Jemaatnya dianggap orang-orang Kristen palsu atau jemaat Islam yang berpakaian Kristen,” tulis Soetarman Soediman Partonadi dalam Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. “Karenanya desa Karangjasa yang artinya ‘batu karang yang teguh berdiri’ menjadi Karangdosa yang artinya ‘batu karang dosa’.”

BACA JUGA: KPK Resmi Menahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur

Perjalanan Rohani Sang Kiai Kristen

Halaman
1 2 3
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler