Mochtar Lubis, Wartawan Bernyali Tinggi yang Pernah Dipenjara Dua Rezim Penguasa
Selasa, 2 Maret 2021 16:32 WIB
Share
(Foto: Instagram @warungsastra)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Dunia pers negeri ini pernah melahirkan sejumlah legenda yang bisa menjadi teladan profesioanlisme dan ideliasme dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik yang mencerahkan. Diantara sejumlah legenda yang hingga kini masih dikenang dengan penuh penghormatan tinggi adalah Mochtar Lubis, seorang wartawan dan sastrawan bernyali tinggi yang pernah dipenjara oleh dua rezim penguasa negeri ini, karena sikapnya yang kritis terhadap bermacam bentuk penyelewengan kekuasaan.

Mochtar Lubis lahir pada 7 maret 1922 di Padang, Sumatera Barat. Ia merupakan anak dari pasangan Raja Pandapotan Lubis dan Siti Madinah Nasution. Dalam buku biografi Mochtar Lubis yang ditulis oleh David T. Hill, diketahui bahwa Ayah Mochtar Lubis dikenal sebagai seorang bangsawan suku Mandailing yang digelari Raja Pandapotan.

Ayahnya juga merupakan Binnenlands Bestuur (BB) atau pegawai pemerintahan kolonial Belanda yang ketika pensiun dengan pangkat asisten bupati. Mochtar Lubis diketahui merupakan anak keenam dari 10 bersaudara.

BACA JUGA: Terima Masukan Ulama, Jokowi Cabut Perpres Izin Investasi Miras

Dia mengawali pendidikan di HIS Sungai Penuh, Kerinci, Sumatra Tengah (kini masuk ke dalam Provinsi Jambi), tahun 1936. Tahun 1940 ia melanjutkan pendidikannya ke Jurusan Ekonomi di Kayutanam, Sumatra Tengah.

Semangat kemerdekaan muncul dalam hati Mochtar Lubis yang belajar politik, sosial, dan berhasil dengan baik mempelajari beberapa bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Belanda, dan Jerman pada masa pendidikannya itu. Kemudian ia berhasrat ingin melanjutkan pendidikannya ke sekolah kedokteran, tetapi ayahnya melarangnya. Ia pun pernah menempuh pendidikan di Thomas Jefferson Fellowship (East-West Center, University of Hawaii, USA).

Mochtar Lubis menikah dengan Siti Halimah Kartawijaya (mantan sekretaris redaksi harian Asia Raya) dari Jawa Barat. Pernikahannya dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 1945, dikaruniai 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan, yakni Indrawan Lubis, Arman Lubis, dan Yana Zamin Lubis, serta 8 cucu.

BACA JUGA: Kepada Mak Lampir Kita Belajar, Tentang Apa itu Arti Cinta dan Pengorbanan

Kegemarannya di dunia menulis mulai ia lakukan sejak masih duduk di sekolah dasar. Ibunya selalu menceritakan dongeng yang kemudian oleh Mochtar Lubis diceritakannya kembali kepada teman-temannya di sekolah.

Halaman
1 2
Reporter: Edi
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler