Kutukan Mpu Gandring dan Siklus Kekuasaan di Indonesia

Minggu, 7 Maret 2021 06:36 WIB

Share
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang dikhianati oleh kadernya yang sudah dipecat. (Partai Demokrat.or.id)

Soeharto yang saat itu menjabat Pangkostrad adalah orang yang dipercaya Bung Karno untuk memulihkan keadaan negara pasca-G30S/PKI 1965. Ironisnya, Pak Harto kemudian menjadikan Bung Karno sebagai tahanan rumah.

Peralihan kekuasaan dari rezim Orde Baru ke era Reformasi pun diwarnai pengkhianatan oleh orang-orang kepercayaan Pak Harto seperti Akbar Tandjung dan Ginandjar Kartasasmita.

Pasca-Pemilu 1997, Harmoko selaku Ketua Umum Golkar dan Ketua MPR RI meminta Pak Harto untuk bersedia diangkat menjadi Presiden RI ketujuh kalinya. Namun baru sekitar setahun menjabat, Harmoko sudah meminta Pak Harto untuk mundur. Akbar Tandjung dan Ginandjar Kartasasmita pun mundur dari kabinet. Soeharto, jenderal bintang lima itu, akhirnya lengser keprabon pada 21 Mei 1998.

Pak Harto digantikan BJ Habibie yang sebelumnya wakil presiden. Pasca-tumbang, untuk beberapa lama Pak Harto tak mau ditemui Habibie, yang kemudian ditafsirkan bahwa Pak Harto kecewa terhadap Habibie yang mungkin ia anggap berkhianat.

KH Abdurrahman Wahid kemudian dipilih MPR sebagai Presiden RI pengganti Habibie. Naiknya Gus Dur ke tampuk kekuasaan pun ditafsirkan sebagai pengkianatan terhadap Megawati Soekarnoputri yang partainya, PDI Perjuangan memenangkan Pemilu 1999.

Gus Dur kemudian dilengserkan MPR untuk digantikan Megawati yang sebelumnya wapres. Naiknya Megawati ke kursi RI-1 juga ditafsirkan sebagai pengkhianatan terhadap Gus Dur, karena putri Bung Karno ini melakukan pembiaran terhadap pelengseran Gus Dur.

BACA JUGA:  Terpilihnya Moeldoko Sebagai Ketua Partai Demokrat dalam KLB Mencederai Kredibilitas Pemerintahan Presiden Joko Widodo

Megawati kemudian digantikan SBY melalui Pemilihan Presiden 2004. Namun, Megawati merasa dikhianati SBY. Pasalnya, saat para anggota kabinet ditanya Megawati apakah ada yang akan maju sebagai capres, tak seorang pun yang menjawab. Namun tiba-tiba SBY mundur dari kursi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan untuk memudian maju sebagai capres dengan menggandeng cawapres Jusuf Kalla setelah JK mundur pula dari kursi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada kabinet Gotong-royong yang dipimpin Presiden Megawati.

Tidak itu saja. SBY juga dinilai mengkianati Anas Urbaningrum ketika mengambil alih jabatan Ketua Umum Partai Demokrat tahun 2013 lalu di saat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu terlibat kasus korupsi proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Kini, SBY merasa dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya yang semasa SBY menjabat Presiden diberi kepercayaan, yakni Marzuki Alie (mantan Ketua DPR RI) dan Moeldoko (mantan Panglima TNI).

Halaman
1 2 3 4
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler