Kutukan Mpu Gandring dan Siklus Kekuasaan di Indonesia

Minggu, 7 Maret 2021 06:36 WIB

Share
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang dikhianati oleh kadernya yang sudah dipecat. (Partai Demokrat.or.id)

Marzuki dan Moeldoko dituduh mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung SBY, dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3), yang dituduh SBY dan AHY ilegal, Moeldoko dan Marzuki terpilih menjadi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Moeldoko Presiden?

Suara "Moeldoko Capres 2024" pun berkumandang di arena KLB Partai Demokrat. Akankah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) ini benar-benar maju sebagai capres dalam Pilpres 2024 nanti dan terpilih menjadi Presiden?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, Moeldoko sudah terlanjur dicap kubu SBY sebagai pengkhianat layaknya Brutus dan Ken Arok. Bahkan SBY mengaku malu dan menyesal pernah mengangkat Moeldoko menjadi Panglima TNI semasa menjabat Presiden.

BACA JUGA:  Return To Base, Pesawat Batik Air Melakukan Pendaratan Darurat

Mengingat Moeldoko menjabat Kepala KSP, sikap diam Presiden Joko Widodo terhadap sepak terjang Moeldoko justru ditafsirkan sebagai pembiaran bahkan dukungan terhadap KLB Partai Demokrat. Dengan sendirinya, tudingan berkhianat juga dialamatkan kepada Jokowi, meski tidak eksplisit. Padahal semasa SBY menjabat Presiden, Jokowi pernah menjadi "anak buah" SBY saat menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012-2014.

Sampai kapan pengkianatan demi pengkhianatan ala kutukan Mpu Gandring mewarnai siklus pergantian kekuasaan di Indonesia?

Akankah Jokowi dikhianati orang kepercayaannya, sebagaimana SBY? Begitu pun Moeldoko? Biarlah waktu yang bicara.

Kini, Partai Demokrat terbelah menjadi dua: satu dipimpin AHY, satunya lagi dipimpin Moeldoko. Mana yang legal dan mana yang ilegal, biarlah hukum yang bicara. Mana yang eksis dan mana yang akan bernasib tragis, biarlah konstituen yang menentukan.***


Halaman
1 2 3 4
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler