Menunggu Akhir "Perang Paregreg" Partai Demokrat
Kamis, 11 Maret 2021 18:44 WIB
Share
SBY dan AHY tengah menghadapi prahara dan gejolak di dalam Partai Demokrat. (fajar)

Oleh: KARYUDI SUTAJAH PUTRA

SANDYAKALANING Partai Demokrat sudah diramalkan sejak jauh hari akan terjadi, yakni begitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lengser keprabon. Bila sandyakalaning Majapahit ditandai dengan "Perang Paregreg", maka sandyakalaning Demokrat pun ditandai dengan perang yang nyaris sama, yang terjadi antar-sesama saudara.

Dihimpun dari berbagai sumber, Perang Paregreg terjadi antara kubu Majapahit yang menguasai keraton bagian barat atau Kedaton Kilen yang dipimpin Wikramawardhana, melawan kubu Majapahit yang menguasai Keraton Bagian Timur atau Kedaton Wetan yang dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang ini terjadi pada 1404-1406 dan menjadi penyebab utama kemunduran (sandyakalaning) Majapahit.

Perang Paregreg diawali dengan pemberontakan Bhre Wirabumi, Adipati Blambangan, yang masih putra Prabu Brawijaya dari garwa ampil atau selir. Wirabumi tidak berhasil menegakkan panji kerajaan di kadipatennya. Namun, setelah itu meletuslah pemberontakan oleh adipati lain.

Awalnya, perang saudara ini dimenangkan oleh Wirabhumi. Namun, setelah Wikramawardhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, Kedaton Wetan pun dikalahkan. Wirabhumi melarikan diri, dikejar Raden Gajah (Bhre Narapati) dan tertangkap. Wirabhumi akhirnya dipenggal kepalanya pada 1328 Saka atau 1406 Masehi.

BACA JUGA:  Memahami Hisab dan Rukyat Awal Bulan Ramadhan

Sebuah sumber yang merujuk kitab Negatakertagama menyebutkan, Raja Majapahit Hayam Wuruk meninggal dunia pada 1389. Penerus takhta Majapahit adalah Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk, atau suami dari Kusumawardhani, putri Hayam Wuruk dari garwa prameswari atau permaisuri.

Namun, kepemimpinan Wikramawardhana mendapat perlawanan dari Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari garwa ampil atau selir. Wikramawardhana menguasai Keraton Bagian Barat atau Kedaton Kilen Majapahit. Sedangkan, Wirabhumi memimpin Keraton Bagian Timur atau Kedaton Wetan Majapahit.

Demokrat pun kini dilanda "Perang Paregreg", yakni perang antar-sesama kader. Satu kubu dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (A'HY), kubu lain dipimpin Marzuki Alie. Mereka berebut kursi Ketua Umum yang sedang diduduki AHY.

Semula, kubu Marzuki seolah kalah ketika mengalami pemecatan oleh kubu AHY. Selain Marzuki, ada enam kader lain yang dipecat kubu AHY. Mereka antara lain Jhoni Allen Marbun dan Darmizal.

Halaman
1 2 3 4
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler