Memahami Hisab dan Rukyat Awal Bulan Ramadhan (Bagian-1)

Jumat, 12 Maret 2021 14:24 WIB

Share
Tubagus Hadi Sutiksno atau yang lebih dikenal dengan Ki Falak sedang beraktivitas rukyat hilal. (Dok. Ki Falak)

Peristiwa ini, persis sebagaimana dinyatakan Al Quran surat At Tabah ayat 36, (“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi….”). Selanjutnya, siklus sinodis bulan inilah yang dijadikan dasar Penetapan Kalender Islam atau Kalender Hijriah.

Di dalam penanggalan Islam, awal bulan baru ditandai dengan kemunculan hilal di atas ufuk di saat matahari terbenam (ghurub). Fenomena ijtima itu sendiri sebenarnya sukar untuk diamati karena kita menghadap ke bagian bulan yang sebelah bawah. Nilai Fraksi Iluminasi bulan, yaitu sinar matahari pada bulan yang terlihat dari bumi pada skala terkecil. Sehingga, amat sukar untuk di amati.

BACA JUGA:  Kantor UPP Kelas III Pangandaran Gelar Uji Coba Sandar Kapal di Dermaga Pelabuhan

Hal itu dikarenakan pada saat ijtima, belahan bulan bagian atas menghadap ke matahari dan kita menghadap ke bagian bawah bulan. Saat terjadi ijtima, tidak sama antara bulan satu dengan bulan berikutnya. Waktu terjadi ijtima, bisa siang hari atau pun malam hari. Namun, meski pun begitu, regulasi alam ciptaan Allah yang sedemikian rupa, saat peristiwanya terjadi bisa dihitung dengan sangat tepat.


Posisi tata surya pada saat penentuan hilal. (Ist)


Bagi praktisi hisab dan rukyat, mengetahui saat terjadi ijtima sangatlah penting dan berguna sebagai informasi pendahuluan di dalam menghitung posisi bulan, terutama di dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan bulan-bulan hijriah lainnya. Dengan mengetahui waktu terjadi ijtima, keberadaan hilal sebenarnya tinggal diolah dan dinyatakan dalam angka.(Bersambung)***


Halaman
1 2 3
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler