Jack Ma Digembosi? Alibaba Terancam Denda Rp 14 Triliun
Sabtu, 13 Maret 2021 12:11 WIB
Share
Image/Pinterest

POSKOTAJABAR,BANDUNG

Berita negatif bertubi-tubi menghantam Jack Ma usai kontroversinya mengkritik pemerintahan China beberapa bulan lalu.

Terkini, Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, menjadi perusahaan Jack Ma lain yang diinvestigasi secara resmi oleh pemerintah China terkait dugaan melakukan praktik monopoli.

Alibaba sebenarnya sudah diinvestigasi sejak Desember 2020 silam oleh regulator China. Salah satu tuduhannya, Alibaba disinyalir melarang merchant atau pedagang di situsnya mendaftar di platform toko online yang lain.

BACA JUGA : Cara Bongkar Semua Aktivitas Pacar di Internet

Atas dasar tuduhan tersebut, regulator anti monopoli China mempertimbangkan untuk menjatuhkan denda lumayan besar terhadap Alibaba jika benar terbukti melakukan praktik monopoli.

Dikutip dari Wall Street Journal, Alibaba kemungkinan akan didenda lebih dari USD 975 juta atau di kisaran Rp 14 triliun. Perusahaan chip Qualcomm sebelumnya pernah didenda sejumlah itu pada tahun 2015 terkait praktik anti kompetisi. Kesialan Jack Ma yang bertubi-tubi tersebut seakan menegaskan bagaimana dirinya sedang "digembosi" oleh pemerintah China yang tidak terima terhadap kritikannya

Sebagaimana diketahui, sebelum Alibaba, perusahaan fintech milik Jack Ma, Ant Financial juga batal melantai di bursa saham berbagai negara. Hingga saat ini, Ant Financial juga belum diketahui kapan bisa menyelenggarakan IPO, karena perusahaan tersebut juga dikenai regulasi yang ketat oleh pemerintah China.

BACA JUGA : Satgas : Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan Semakin Positif

Seperti diketahui, Jack Ma sempat menghilang dari publik selama 3 bulan setelah mengkritik sistem keuangan pemerintah China. Baru pada awal tahun ini, dia kembali muncul meski masih secara online.

Halaman
1 2
Reporter: Reza
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler