Memahami Hisab dan Rukyat Awal Bulan Ramadhan (Bagian-4/Habis)

Minggu, 14 Maret 2021 17:02 WIB

Share
Dengan menggunakan teleskop, Tubagus Hadi Sutiksna atau yang lebih dikenal dengan Ki Falak sedang melakukan rukyat hilal. (Dok. Ki Falak)

BACA JUGA:  Rutan Mabes Polri Mirip Pesantren, Habib Rizieq Shihab Lakukan Berbagai Kegiatan Keagamaan

Jadi, bagi praktisi, hisab dan rukyat sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Boleh dikatakan, tidak ada dikotomi pada keduanya. Adapun timbulnya perbedaan pendapat di dalam menentukan awal bulan hiriyah disebabkan adanya perbedaan kriteria ketinggian hilal yang dijadikan acuan di dalam menentukan jatuhnya awal bulan hijriyah.


Tinggi Hilal Awal Bulan Baru Kriteria Mabims

MABIMS (Forum Menteri-menteri Agama Brunei Darrusalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) ialah sebuah forum yang membuat kesepakatan bersama tentang batas tinggi hilal minimum yang menjadi syarat bahwa awal bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan bulan-bulan hijriah lainnya telah masuk. Muzakarah Rukyat dan Takwim Islam Negara-negara MABIMS, pada 2 – 4 Agustus 2016 telah bersepakat untuk mengubah kriteria lama dengan kriteria baru.

BACA JUGA:  Pemerintah Indonesia Belum Menggunakan Vaksin AstraZeneca untuk Target Vaksinasi Nasional

Kriteria lama MABIMS yang dikenal sebagai kriteria (2, 3, 8) adalah tinggi minimal hilal 2°, jarak sudut bulan – matahari 3°, umur bulan minimal 8 jam. Draft keputusan muzakarah Negara-negara MABIMS yang berlangsung tanggal 9 – 11 Oktober 2019 di Yogyakarta (penulis hadir sebagai perwakilan PUI), mengusulkan kriteria baru. 

Kriteria baru itu, yakni tinggi hilal minimum 3° dan elongasi minimal 6,4 ° Penetapan dan pengumuman Awal Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilakukan dalam sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kemenag RI. Wallahu a’lam bishowab. (Selesai)***


* Penulis, Dosen Ilmu Falak UNISBA, Anggota Dewan Syariah Pusat Persatuan Umat Islam (PUI), Anggota Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia Kota Cimahi.

Halaman
Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler