Lebakmuncang Vakum, DPRD Jabar Kembali Bahas Raperda Desa Wisata
Jumat, 19 Maret 2021 14:21 WIB
Share
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Jabar, H Kusnadi, S.Ip saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Lebakmuncang, Ciwidey, Bandung. (Foto: instagram)

POSKOTAJABAR, BANDUNG

DPRD Jabar siap melanjutkan kembali Raperda tentang desa wisata. 2019, pernah digarap, terhenti seiring dengan berakhirnya masa bakti. Agar semua desa yang punya potensi meraup pundi-pundi dari wisatawan, berkembang tak terbelenggu payung hukum.

"Saya selaku wakil ketua Bapemperda (badan pembentuk peraturan daerah) Jabar berinisiatif ingin melanjutkan kembali, raperda tentang desa wisata," kata Wakil Ketua Bapemperda DPRD Jabar, H Kusnadi, S.Ip saat dihubungi POSKOTAJABAR via telepon, Jumat (19/03/2021).

Politisi Partai Golkar dari Dapil 6 (Kabupaten Bogor) menjelaskan Raperda tentang desa wisata dilanjutkan karena pariwisata adalah sektor penting dalam pembangunan daerah.

"Selain wisata itu sebagai penggerak ekonomi, pariwisata juga bisa dijadikan sumber pendapatan daerah," ungkapnya.

Soal desa mana saja yang akan dijagokan saat Perda sudah tersedia, Kusnadi mengatakan setiap daerah sebetulnya punya potensi untuk meraih pundi dari wisata.

"Saat ini, kita lagi mencari, tempat tempat yang daerahnya tidak punya tempat wisata. Agar bisa dibantu untuk berkembang," terangnya.


Desa Wisata Lebakmuncang

Adapun desa wisata, di Jawa Barat, kata Kusnadi, sebetulnya pernah ada, bahkan pernah hidup --walaupun hanya sesaat.  Desa itu, terang Kusnadi, sebetulnya potensinya sangat banyak. Yang disayangkan, saat ini sedang dalam kondisi vakum karena terkendala berbagai persoalan.


Desa tersebut, jelas Kusnadi, adalah Desa Lebakmuncang di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. "Tadi (beberapa hari lalu), kita kesana (Desa Lebakmuncang), kita melihat, betul mereka itu sudah pernah berjalan tapi dua tahun belakangan ini macet," terangnya.

Desa Wisata Lebakmuncang, berhenti menggeliat karena berbagai faktor, pertama karena ganti kepala desa, kedua karena Sumber Daya Manusia (SDM), ketiga karena terjadinya pandemi Covid-19, dan keempat karena belum ada payung hukum seperti Perda.

"Dulu, Desa wisata ini menggeliat hanya dengan bekal SK Bupati," terangnya.


Potensi Wisata Desa Lebakmuncang

Desa Lebakmuncang menurut Kusnadi sudah memiliki beberapa komponen penting untuk menjadi desa wisata, tinggal ditingkatkan saja.

Desa tersebut sudah punya atraksi kesenian, objek wisata jagoan, homestay, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. "Tinggal ditingkatkan saja, kebetulan ini perlu suntikan dana yang cukup. Karena mereka nggak punya modal untuk pengembangannya," terangnya.

Objek wisata yang punya nilai jual di Desa Lebakmuncang menurut Kusnadi adalah pertanian stroberi --wisatawan bisa petik sendiri, pertanian susu perah, kopi. "Kebon kopinya seluas 4 ha, kopinya ada 4 rasa, seperti rasa nanas, pisang," terangnya.

Rasa nanas tersebut menurut Kusnadi, ada bukan karena ditambahkan nanas tetapi sedemikian rupa.  "Rasanya itu muncul setelah diolah mereka dengan teknis teknis mereka," ungkapnya.

Selain itu, Desa Lebakmuncang juga punya tempat wisata olahraga tebing. (Aris)


Reporter: Suherlan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler