Ditengah Pandemi Covid-19, Objek Wisata Body Rafting Ciwayang Pangandaran Tetap Ramai Pengunjung
Minggu, 28 Maret 2021 20:34 WIB
Share
Pengunjung ke objek wisata body rafting Ciwayang dimasa pandemi Covid-19 (foto: dry)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN 
Meskipun ditengah masa pandemi Covid-19, destinasi wisata body rafting Ciwayang yang terletak di Dusun Cikoranji, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini masih menjadi tujuan utama wisatawan dari berbagai daerah 
Namun, untuk menjamin kenyamanan wisatawan, pengelola menerapkan standar protokol kesehatan dan Cleanliness Health Safety Environment (CHSE).

Manager Marketing Kelompok Penggerak Pariwisata Body Rafting Ciwayang, Sunandar menyebutkan, penerapan CHSE untuk menjamin bagi pengunjung yang hendak berwisata setelah mengalami kejenuhan pasca kerja jarak jauh atau Work From Home (WFH).

"Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 pengunjung mulai berdatangan untuk berwisata ke objek wisata body rafting Ciwayang," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Minggu (28/03/2021).

Sunandar mengatakan, bahwa pihaknya harus bisa menjamin pengunjung dari segi kesehatan, keamanan dan juga memberikan kenyamanan dengan cara menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Penerapan standar protokol kesehatan sebelum masuk ke arena kami berlakukan bagi seluruh pengunjung yang datang," katanya.


BACA JUGA: Perbaikan Jalan Pantura Tetap Berlangsung, tak Terpengaruh Adanya Larangan Mudik


Menghilangkan Kejenuhan

Dia menyebutkan, saat ini pengunjung yang datang ke objek wisata body rafting Ciwayang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta.

"Wisata alam air dan pegunungan saat ini menjadi tujuan pengunjung wisata karena melalui alam kejenuhan mereka bisa teratasi," sebutnya.

Apalagi, kata dia, bebatuan stalagnit dan stalagtit yang sudah ribuan tahun disepanjang jalur arena body rafting dengan kejernihan air murni pegunungan menambah kenyamanan saat berwisata.

"Sejak objek wisata body rafting Ciwayang dibuka pada tahun 2015 lalu pengunjung dari berbagai daerah setiap tahun mengalami peningkatan," ucapnya. 

Sunandar mengungkapkan, pada tahun 2015 baru 757 rombongan yang datang, kemudian tahun 2016 naik  sebanyak 1.121 rombongan, dan tahun 2017 ada 1.443 rombongan, tahun 2018 sebanyak 2.066 rombongan, tahun 2019 sebanyak 3.232 rombongan dan tahun 2020 menurun hanya ada 2.015 rombongan.

"Tarif untuk satu orang pengunjung di lokasi body rafting seharga Rp150 ribu dengan harga tersebut pengunjung sudah mendapatkan layanan yang maksimal dari pengelola," pungkas Sunandar.

Seperti diketahui bahwa pengunjung yang datang bisa dengan mudah mendapatkan WIFI gratis, fasilitas pemandu, sewa pelampung juga helm, asuransi jiwa, tiket masuk objek wisata dan makan siang. (dry)

Reporter: Suherlan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler