Pemerintah Arab Saudi Keluarkan Aturan Umrah Selama Bulan Ramadhan
Selasa, 6 April 2021 07:23 WIB
Share
Suasana tawaf di depan Ka'bah Masjidil Haram dengan menggunakan protokol kesehatan. (maklumatnews)

POSKOTAJABAR, ARAB SAUDI. 

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan aturan soal jamaah umrah, selama bulan Ramdhan. Hanya jamaah yang sudah divaksin Covid-19 yang diizinkan untuk umrah. Kebijakan ini berlaku mulai Ramadan 2021.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi juga mengatur, hanya orang yang sudah divaksin Covid-19 yang boleh salat di Masjidil Haram, Makkah. Sedangkan, hal lainnya diatur sesuai protokol kesehatan yang berlaku dinnegara tersebut.

Seperti disampaikan di Saudi Gazzete, bukan hanya jemaah yang sudah divaksin, umrah juga bisa dilakukan oleh mereka yang telah mendapat suntikan vaksin dosis pertama dalam kurun waktu 14 hari, atau mereka yang telah pulih dari Covid-19.

BACA JUGA: BNPB Siapkan 3 Helikopter, Tembus 12 Desa dan 6 Kecamatan di NTT yang Terisolasi Akibat Banjir Bandang

Tata cara perizinan umrah, salat dan kunjungan ke dua Masjid Suci, harus dilakukan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna dengan memesan slot waktu yang tersedia dan sesuai dengan kemampuan operasional yang memungkinkan. Jemaah bisa menunjukkan izin dan memverifikasi keabsahannya melalui aplikasi Tawakkalna.

Adapun selama Ramadan, kapasitas Masjidil Haram akan ditingkatkan. Tetapi,  selama Ramadhan 2021, Masjidil Haram akan mengurangi rakaat salat Tarawih dan Witir yang sebelum pandemi berjumlah 20+3, dikurangi menjadi 10+3 rakaat.

Kemudian, area salat jemaah juga akan diperluas. Salat akan dilakukan di bagian perluasan masjid atau King Abdullah Expansion, di lantai pertama, atap, dan halaman Masjidil Haram.

BACA JUGA: Gubernur Lemhanas: Tidak Ada Daerah yang Terbebas dari Isu Strategis

Selain itu, jemaah tak diizinkan untuk menyentuh Ka'bah dan mencium Hajar Awad. Kemudian, buka puasa bersama untuk umum ditiadakan, namun diganti dengan pembagian makanan buka puasa secara individual.

Iktikaf 10 hari terakhir Ramadhan, juga ditangguhkan. Mereka yang ingin beribadah di Masjidil Haram juga harus mengantongi izin lewat aplikasi Eatmarna. (Poskota/nst)

Reporter: Setiawan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler