Berkah Ramadhan: Kenangan Puasa Nunun Yanuati : Kini Berburu Takjil Lewat Online
Sabtu, 24 April 2021 20:54 WIB
Share
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Ir Nunun Yanuati . foto:Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Pandemi Covid-19 membuat budaya ngabuburit --kebiasaan berburu takjil dan lain sebagainya, yang acap dilakukan kaum muslim jelang waktu berbuka, jadi sedikit terhambat protokol kesehatan (prokes). Walau demikian, hikmah dibalik kondisi ini tetap ada, dan itu berkah Ramadhan.

Kepala Bidang  (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Ir Nunun Yanuati mengatakan hal tersebut di atas saat bincang-bincang ringan dengan POSKOTA JABAR, di Taman Sejarah, Kota Bandung.

"Ngabuburit, sebelum buka puasa. kan kita biasanya, nyari-nyari apa buat buka. Takjil, itukan butuh hunting ya, biasanya ke pasar-pasar," ungkapnya, Jumat (23/04/2021).

"Dimana pandemi ini, yang  nggak bebas lagi dilakukan adalah jalan jalan atau ngabuburit jelang waktu berbuka puasa. Seperti berburu takjil, gitu," tambahnya.

Mengingat saat ini, sudah jaman online, maka aktivitas tersebut sebetulnya tidaklah terhambat secara keseluruhan, berburu takjil masih tetap bisa dilakukan, tetapi tidak lagi luring seperti dahulu, melainkan daring.

"Jadi diganti sama gofood," ungkapnya.


Berbelanja lewat jaringan, menurut Nunun, sepintas memang terlihat boros tetapi sesungguhnya tidak. 

"Kalau belanja lewat ojek online kan, hanya objek itu saja yang kita pesan," terangnya.

Berbeda dengan berbelanja secara konvensional, sambil belanja juga terjadi lapar mata.

"Kalau belanja langsung, kan. Kita bisa tertarik sama barang lain, ya. Jadi akhirnya membengkak juga, bayarnya," ungkapnya.

Nunun menjelaskan, aktivitas belanja luring yang acap dilakukan adalah belanja di pasar Cihapit.

"Pasar Cihapit itu, pasarnya lebih bersih. Nggak kerodit seperti pasar-pasar kebanyakan," terangnya. Terlebih Nunun dahulunya bertempat tinggal di Jalan Riau, jadi dekat dengan rumah. Itu, terbawa hingga sekarang, sebab pasarnya lebih bersih dan teratur.

BACA JUGA: Posisi Nanggala 402 Diam Tidak Bergerak, Pencarian Masih Terus Dilakukan


Nggak Cape-cape

Aktivitas jalan-jalan sore jelang berbuka ini dikisahkan Nunun, karena sedari kecil dia memang termasuk sosok yang gemar dengan aktivitas jalan-jalan.

Dahulu, Nunun kecil, setiap bulan puasa acap mengisi hari-harinya dengan kegiatan main bersama teman sekitar rumah, teman sekolah, teman kegiatan ekstrakulikuler dan lain sebagainya.

"Kalau dulu, saya waktu kecil, sih. Seringnya main, gitu ya. Saya tukang main. Jadi walaupun puasa. Seringnya main, gitu ya. Nggak cape-cape. Jadi saya juga heran, kok nggak cape-cape gitu.Siang-siang bolong, juga main aja. Jalan gitu, ya. Kemana aja, lontang-lantung gitu," paparnya.

Masa SD dihabiskan, Nunun di Jakarta di Komplek Cijantung. Setelah itu, dari SMP, SMA sampai kuliah di Bandung.

"Bayangin kan, main di Jakarta, siang bolong. Hot. Di Bandung malah lebih enak, main-mainnya, udaranya sejuk," terangnya.

Walau siangnya acap main, malam hari usai buka puasa,aktivitas main-main juga tetap dilakukan sambil Tarawih.

"Kalau Tarawih, saya alhamdulillah. Ngikutin terus, dari kecil, ya. Waktu kecil, sambil main-main, kadang. Tetapi kalau sudah agak gedean. Udah SMP, SMA. Alhamdulillah, Tarawihnya sudah serius," pungkasnya. (Aris)

Reporter: Suherlan
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler