TN Warga Cimuncang  Cetak Uang Palsu Terancam Hukuman Seumur Hidup
Rabu, 28 April 2021 13:42 WIB
Share
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan melakukan penerawangan uang Palsu di Mako Polresta Tasikmalaya. (foto:Kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap pembuatan dan peredaran uang palsu (upal) di  wilayah Hukum Polresta Tasikmalaya.
 
Petugas telah mengamankan seorang tersangka berinisial TN alias Asep (44), seorang warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

"Pelaku memproduksi dan mengedarkan, dan menjual uang palsu seorang diri," ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan, Rabu (28/04/2021) 
 
Menurut Doni,  barang bukti yang telah diamankan di antaranya satu unit printer, gunting, pisau cutter, penggaris besi, 4 bungkus kertas HVS kuning muda ukuran A4, 55 lembar HVS kuning muda dengan gambar uang pecahan Rp 100 ribu 136 lembar uang palsu, pecahan Rp 50 ribu  413 lembar uang palsu,  pecahan Rp 20 ribu  318 lembar uang palsu, pecahan Rp 5 ribu, 86 lembar uang palsu.
 
Tak hanya itu, petugas  juga menyita 4 lembar uang asli pecahan Rp 100 ribu, 4 lembar uang asli pecahan Rp 50 ribu, 4 lembar uang asli pecahan Rp 20 ribu, dan 10 lembar uang asli pecahan Rp 5 ribu.

"Total uang palsu yang kami amankan puluhan lembar uang palsu," ucapnya.
 
Modus yang dilakukan pelaku ini mengcopi uang asli dengan menggunakan printer dan dilakukan secara berulang-ulang kali dan berbagai nilai mulai dari Rp. 5 ribu, Rp. 20 ribu, Rp. 50 ribu, Rp. 100 ribu kegiatan ini telah dilakukan sejak awal tahun 2021. 

"Setelah uang tersebut berhasil di cetak pelaku menjual uang palsu kepada konsumennya dengan harga uang asli banding 5 lembar uang palsu," katanya.

Pihak kepolisian Polresta Tasikmalaya juga mengimbau kepada seluruh warga menjelang lebaran nanti untuk berhati-hati, karena peredaran uang palsu dapat terjadi di masyarakat dan ini harus benar-benar hati-hati ketika mendapatkan uang untuk di cek dulu yakni diraba, diterawang kalaukan ragu menerima uang untuk di cek kembali,"imbaunya

Atas perbuatan tersangka, polisi menjeratnya dengan pasal 37 juncto pasal 27 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 07 Tahun 2011 tentang mata uang.

"Ancamannya penjara paling lama seumur hidup dan denda paling banyak seratus miliar rupiah," ucapnya.(Kris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler