Berkah Ramdhan: Di Tengah Pandemi Covid-19, Mushala Galakkan Santunan

Kamis, 29 April 2021 15:32 WIB

Share
Pengurus Musholla Al Istiqomah Peninggaran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan membagikan santunan untuk anak yatim dan fakir. (Ist)

"Covid-19 ini justru kian mengeratkan tali persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah) dan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah). Covid-19 adalah common enemy (musuh bersama) yang harus dihadapi secara bersama-sama pula. Antara lain berbagi dengan mereka yang kurang beruntung, seperti anak yatim piatu dan fakir miskin," jelasnya. 

Jadi, kata Yudi, kita harus bisa mengambil hikmah di balik musibah pandemi Covid-19 ini. "Ada blessing in disguise (berkah dibalik musibah) di masa pandemi ini. Apalagi ini bulan suci Ramadhan yang merupakan momentum emas bagi umat muslim untuk beramal saleh," paparnya. 

Jika hal tersebut dilakukan umat muslim yang mampu di seluruh Indonesia, Yudi optimistis krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini akan teratasi. Bahkan, tak akan ada lagi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin jika umat Muslim menggalakkan zakat, di samping santunan tadi.

Yudi lalu mengutip data Baznas, di mana total potensi zakat di Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp. 233,84 Triliun, dengan porsi terbesar pada Zakat Penghasilan, yakni senilai Rp. 139,07 Triliun.

Potensi senilai Rp. 233,84 triliun tersebut meliputi Zakat Perusahaan sebesar Rp. 6,71 triliun, Zakat Penghasilan sebesar Rp. 139,07 triliun, Zakat Pertanian sebesar Rp. 19,79 triliun, Zakat Peternakan sebesar Rp. 9,51 triliun, dan Zakat Uang senilai Rp. 58,76 triliun.

Namun, kata Yudi, dari total potensi zakat nasional 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun itu, baru Rp. 8 triliun atau 3,5 persen saja yang terkumpul. "Ini menunjukkan kesenjangan antara potensi zakat dan pendapatan riilnya," paparnya. 

Sebab itu, Yudi berharap, umat muslim di Indonesia makin gencar menggalakkan zakat dan santunan. "Mari kita ber-fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebajikan)," tandasnya. (*/nst)

Halaman
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler