Berkah Ramdhan: Di Tengah Pandemi Covid-19, Mushala Galakkan Santunan

Kamis, 29 April 2021 15:32 WIB

Share
Pengurus Musholla Al Istiqomah Peninggaran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan membagikan santunan untuk anak yatim dan fakir. (Ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Di bulan Ramadhan, ada fenomena menarik umat Muslim Indonesia, pandemi Covid-19 dan di bulan suci Ramadhan 1442 H ini. Banyak masjid dan mushala yang menggalakkan santunan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin. Salah satunya Mushala Al Istiqomah Peninggaran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Ini semua bermula dari niat baik. Karena ada niat baik itulah maka Allah SWT melancarkan acara ini," ungkap Ustaz Kurtubi Zainuddin, SPd, MPd ketika menyampaikan tausiyah atau nasihat di hadapan 61 anak yatim piatu dan fakir miskin yang menerima santunan, Rabu (28/04/2021) menjelang Maghrib. 

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Mushala Al Istiqomah, H Nur Ali, pengurus RW dan RT, serta sejumlah undangan lainnya. Acara berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang cukup ketat, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Ustaz Kurtubi juga menyoroti dahsyatnya Surat Al Ma'un yang membuat para donatur tergerak hatinya untuk menyisihkan sebagian rezeki buat membantu anak yatim piatu dan fakir miskin, sehingga hanya dalam waktu seminggu terkumpul donasi sekitar Rp. 17, 5 juta. 

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Ialah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin," ungkap Ustaz Kurtubi mengutip ayat (1), (2) dan (3) Surat Al Ma'un.

 

Blessing in Disguise 

Usai acara, Ketua Panitia Ramadan 1442 H Mushala Al Istiqomah, Karyudi Sutajah Putra, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama para donatur, sehingga acara santunan ini terselenggara dengan baik.

Yudi, panggilan akrabnya, mengungkapkan, krisis ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 ini merupakan momentum yang tepat bagi bangsa ini, terutama umat muslim yang merupakan mayoritas, untuk berbagi dengan sesama.

"Covid-19 ini justru kian mengeratkan tali persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah) dan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah). Covid-19 adalah common enemy (musuh bersama) yang harus dihadapi secara bersama-sama pula. Antara lain berbagi dengan mereka yang kurang beruntung, seperti anak yatim piatu dan fakir miskin," jelasnya. 

Jadi, kata Yudi, kita harus bisa mengambil hikmah di balik musibah pandemi Covid-19 ini. "Ada blessing in disguise (berkah dibalik musibah) di masa pandemi ini. Apalagi ini bulan suci Ramadhan yang merupakan momentum emas bagi umat muslim untuk beramal saleh," paparnya. 

Jika hal tersebut dilakukan umat muslim yang mampu di seluruh Indonesia, Yudi optimistis krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini akan teratasi. Bahkan, tak akan ada lagi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin jika umat Muslim menggalakkan zakat, di samping santunan tadi.

Yudi lalu mengutip data Baznas, di mana total potensi zakat di Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp. 233,84 Triliun, dengan porsi terbesar pada Zakat Penghasilan, yakni senilai Rp. 139,07 Triliun.

Potensi senilai Rp. 233,84 triliun tersebut meliputi Zakat Perusahaan sebesar Rp. 6,71 triliun, Zakat Penghasilan sebesar Rp. 139,07 triliun, Zakat Pertanian sebesar Rp. 19,79 triliun, Zakat Peternakan sebesar Rp. 9,51 triliun, dan Zakat Uang senilai Rp. 58,76 triliun.

Namun, kata Yudi, dari total potensi zakat nasional 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun itu, baru Rp. 8 triliun atau 3,5 persen saja yang terkumpul. "Ini menunjukkan kesenjangan antara potensi zakat dan pendapatan riilnya," paparnya. 

Sebab itu, Yudi berharap, umat muslim di Indonesia makin gencar menggalakkan zakat dan santunan. "Mari kita ber-fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebajikan)," tandasnya. (*/nst)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler