Menguji Kesaktian Aziz Syamsuddin
Sabtu, 1 Mei 2021 16:49 WIB
Share
Karyudi Sutajah Putra. (Ist)

Oleh KARYUDI SUTAJAH PUTRA

KANTORNYA sudah digeledah. Rumahnya pun sama. Dicegah keluar negeri pula. Akankah berujung pada penetapan tersangka? 

Nanti dulu. Janganlah opini digiring ke sana. Dia bukan orang biasa. Dia sudah terbukti "sakti mandraguna". 

Sesuai namanya, Aziz yang berarti perkasa, Aziz Syamsuddin memang bukan orang biasa. Selain Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Jangankan kini, tahun 2013 lalu saja, ketika namanya disebut-sebut dalam kasus korupsi Simulator SIM tahun 2011-2012 yang melibatkan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun tidak berani menyentuhnya. Padahal, saat itu ia "hanya" Wakil Ketua Komisi III DPR, bukan Wakil Ketua DPR seperti saat ini.

Jangankan Polri atau Kejaksaan Agung, KPK yang "power full" dan independen saja "tidak berani" menyentuhnya. Aziz adalah "untouchable man".

Mengapa penggeledahan rumah atau kantor harus berujung penetapan tersangka? Tak sedikit saksi kasus korupsi yang digeledah rumah atau kantornya, tetapi tak berujung menjadi tersangka. Jadi, jangan terlalu berharap Aziz menjadi tersangka. Menjadi saksi saja sudah bagus. 

Mengapa pencegahan keluar negeri harus berujung tersangka? Tak sedikit saksi kasus korupsi yang dicegah keluar negeri, tetapi tidak berujung menjadi tersangka. Jadi, lagi-lagi, jangan berharap Aziz menjadi tersangka. Dicegah keluar negeri saja sudah lumayan. 

Memang, sudah ratusan anggota DPR yang digulung KPK karena korupsi. Tapi Aziz Syamsuddin bukan sembarang politisi. Ia sangat kuat, bahkan terlalu kuat untuk KPK sekalipun.

Kalau tidak kuat, bagaimana bisa ia menembus dinding KPK yang kedap suara sehingga tahu lembaga antirasuah itu sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi di Tanjungbalai? 

 

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler