Arus Lalu Lintas di Perbatasan Pancimas Kalipucang Terpantau Lengang pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Kamis, 13 Mei 2021 19:46 WIB

Share
Petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pemudik (foto: ist)

PANGANDARAN,POSKOTAJABAR.CO.ID

Aparat keamanan bersama instansi terkait lainnya bersiaga di sejumlah pos penyekatan pintu masuk daerah yang menjadi tujuan para pemudik seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penyekatan ini merupakan tindak lanjut aturan pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun 2021.

Salah satu titik penyekatan terletak di wilayah hukum Polres Ciamis yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Pos penyekatan Jembatanarus lalin lengang Pancimas Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kapolsek Kalipucang, Kompol Juameli selaku Kepala Posko Penyekatan Pancimas Kalipucang mengatakan, setiap harinya personel gabungan TNI-Polri dan Instansi Pemerintah terkait disiagakan di pos untuk memeriksa dan menghentikan pemudik yang melintas menuju ke Jawa Tengah.

"Pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan aturan larangan mudik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat guna meminimalisir penyebaran Covid-19," ujarnya kepada media seusai melaksanakan Apel Pengamanan Pos Penyekatan, Kamis (14/05/2021).

Kata dia, masa penyekatan larangan mudik berlaku selama 12 hari terhitung dari tanggal 06 hingga 17 Mei 2021. 

"Hari ini sekitar 50 personel gabungan kita siagakan dan secara bergantian lakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang melintas masuk maupun keluar Jawa Barat," katanya.

Menurut Jumaeli, mereka yang bertugas di Pos Penyekatan terdiri dari anggota Polres Ciamis Polda Jabar, Kodim 0613/Ciamis, Dishub, Satpol PP, Satgas Covid-19 Kecamatan, Pegawai Desa, Kecamatan dan PGRI serta Petugas Kesehatan. 

"Mereka bersiaga secara bergantian untuk melakukan pemeriksaan kendaraan yang hendak melintas ke Jawa Tengah ataupun sebaliknya. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap kendaraan bermotor mulai dari surat kelengkapan kendaraan, surat data diri pengemudi dan penumpang kendaraan, serta surat keterangan hasil swab negatif/bebas dari Covid-19," terangnya.

Apabila ada yang kedapatan warga hendak melakukan mudik, Jumaeli menegaskan, pihaknya akan kami putar balikan kendaraan pemudik tersebut.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler