Tidak Bawa Surat Keterangan Rapid Test, Puluhan Wisatawan Terjaring Petugas Penyekatan

Sabtu, 15 Mei 2021 19:48 WIB

Share
Kapolres Ciamis bersama Bupati Pangandaran memantau langsung wisatawan yang di Rapid Tets Antigen di halaman parkir Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran (foto:ist)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID

Puluhan wisatawan dari luar daerah terjaring penyekatan oleh petugas di kawasan pintu masuk objek wisata Pantai Pangandaran. Penyekatan ini dilakukan di tollgate utama dan timur Pantai Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Sabtu (15/05/2021).

Penyekatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana dan melibatkan puluhan personel gabungan. Mereka terdiri dari personel Polres Ciamis Polda Jabar, Kodim 0613/Ciamis, Pos TNI AL Pangandaran, Pos TNI AU Pangandaran, Satpol PP, Dishub, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Kapolres Ciamis ,AKBP Hendria Lesmana mengatakan, penyekatan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan operasi ketupat lodaya tahun 2021 tingkat Polres Ciamis guna mencegah dan meminimalisir penyebaran virus Corona di kawasan objek wisata.

"Wisatawan dari luar daerah yang mau berwisata ke Pangandaran diwajibkan untuk memiliki hasil negatif tes Rapid Antigen maupun PCR," ujarnya.

Menurut dia, di pintu masuk objek wisata Pantai Pangandaran, pihaknya melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara random terhadap wisatawan dari luar daerah.

"Ini semua dilakukan untuk memastikan kawasan Pantai Pangandaran terbebas dari bahaya virus Corona," katanya.

Hendria menjelaskan, bahwa pelaksanaan rapid test  antigen ini dilakukan terhadap 61 wisatawan dari luar wilayah Pangandaran. Seperti Kota Bandung, Majalengka, Bogor, Karawang, Garut, Tasikmalaya, Jakarta, bahkan dari wilayah Jawa Tengah yakni Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara. 

"Meskipun sudah memiliki surat bebas Covid-19 dari wilayah asal, mereka terpilih secara acak oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen guna memastikan bahwa masih terbebas dari virus Corona. Ini keseriusan kami aparat keamanan dan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona," terangnya.

Dia menegaskan, dalam pelaksanaan operasi ketupat lodaya tahun 2021 pihaknya secara tegas melakukan tindakan bagi mereka yang melanggar aturan larangan mudik. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler