36 Wisatawan Bandung Raya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kamis, 20 Mei 2021 20:15 WIB

Share
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, di Balai Kota Bandung, Kamis (20/05/2021). (foto:Ist)2 Lampiran

36 Wisatawan Bandung Raya Terkonfirmasi Positif Covid-19

BANDUNG, POSKOTAJABAR
Pemkot Bandung mendapati 36 wisatawan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen yang dilakukan di 14 titik penyekatan saat musim libur 1442 H atau 2021 M. Mereka berasal dari Bandung Raya, Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

"Dari hasil random rapid antigen yang dilaksanakan di 14 titik, baik di pintu tol maupun di tempat wisata ketemu 36 (positif Covid-19)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, di Balai Kota Bandung, Kamis (20/05/2021).

Ahyani menuturkan, 36 kasus wisatawan yang positif Covid-19 tersebut berhasil ditemukan di sejumlah titik yang dilaksanakan rapid tes antigen secara acak. Mereka kini menjalani isolasi mandiri sedangkan yang berasal dari luar Kota Bandung diserahkan kepada dinas kesehatan setempat.

"Dua dari pintu tol Moh Toha, 7 di Kebon Binatang awal sebelum Lebaran, 23 di Taman Lalu Lintas dan dari pendemo ada 4 kemarin," paparnya.

Dikatakan Ahyani, wisatawan yang positif Covid-19 berasal dari Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Mereka yang berasal dari Kota Bandung langsung ditangani oleh petugas puskesmas.

Ahyani memaparkan, perusahaan berbadan hukum atau badan usaha dapat mengajukan keikutsertaan program vaksinasi gotong royong kepada PT Biofarma selaku pelaksana yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ataupun kepada Kadin.

"Teknisnya vaksin gotong royong upaya pemerintah untuk percepatan maka dibuka ruang kalau mau mandiri tapi dia bukan perorangan melainkan badan usaha atau badan hukum," bebernya.

Lebih lanjut Ahyani menambahkan, vaksin gotong royong yang akan diterima oleh karyawan perusahaan bersifat gratis dan dibayarkan oleh pihak perusahaan.

"Data perusahaan yang sudah mengajukan vaksinasi merupakan kewenangan PT Biofarma atau Kadin," tandasnya.(Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler