DPRD Jabar Meminta Gratiskan Rapid Tes Antigen bagi Pemudik

Kamis, 20 Mei 2021 17:21 WIB

Share
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady. (foto:Aris)

DPRD Jabar Meminta Gratiskan Tes Antigen bagi Pemudik

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady minta pemerintah menggratiskan test antigen bagi pemudik, baik yang ingin pulang ke kampung halamannya, maupun yang tengah dalam perjalanan arus balik.

Politisi Gerindra dari Dapil Cirebon-Indramayu mengatakan hal tersebut di atas dengan harapan, tes antigen gratis bisa memberikan keringanan biaya mudik, bagi warga masyarakat, ditengah pandemi Covid.

Selain itu tes antigen gratis juga bisa meminimalisir terjadinya antrean mengular di perjalananan, yang waktu antreannya bisa berjam-jam.

"Toch, test antigen di areal penyekatan juga tidak dipungut bayaran," katanya, Kamis (20/05/2021).

Daddy mengatakan hal tersebut karena mungkin bagi sebagian masyarakat membayar uang test antigen Rp 85.000 tidak masalah, tetapi bagi sebagian masyarakat, masih mikir-mikir. Mengingat kondisi, perekonomian saat ini sangat tidak stabil, akibat terdampak Covid-19.

"Kalau dari daerahnya sudah melakukan tes antigen dengan hasil negatif, tinggal tunjukkan ke petugas di pos penyekatan. Jadi tidak menimbulkan kemacetan. Saya ingin masyarakat sadar, tes antigen ini untuk keselamatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat umum," katanya.

Jadi, dengan digratiskannya tes antigen di titik star pemudik (di lingkungannya sendiri). Diharapkan, masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar kota, dapat melakukan tes antigen sendiri dan tidak melakukan tes  di pos penyekatan.

Selain itu, Daddy juga menyebutkan, pos penyekatan arus balik lebaran 2021 di Jawa Barat, kekurangan alat tes antigen. Alat tersebut digunakan untuk tes antigen masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dan belum melakukan tes.

Seperti diketahui rapid tes antigen dengan hasil negatif, menjadi syarat melakukan perjalanan keluar kota, guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler