Terkait Kerjasama TPPAS Legok Nangka, Ngatiyana Terima Kunjungan Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat

Kamis, 20 Mei 2021 11:11 WIB

Share
Plt Walikota Cimahi, Ngatiyana menerima kunjungan Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat. (Foto:Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pelaksana Tugas (Plt.) Walikota Cimahi, Letkol Inf. (Purn.) Ngatiyana menerima kunjungan kerja (Kunker) dari Panitia Khusus II DPRD Provinsi Jawa Barat terkait kerjasama Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka,di Aula Gedung A Pemkot  Cimahi, J Rabu (19/05/2021). 

Hadir mendampingi Plt. Walikota pada penerimaan Kunker tersebut yaitu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi Achmad Nuryana dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Lilik Setyaningsih. 

Adapun rombongan Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh wakil ketuanya yaitu M. Faizin dan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat ,Prima Mayaningtyas. 

Ditemui usai kegiatan, menurut Ngatiyana ,berdasarkan perhitungan estimasi satuan biaya pelayanan penanganan sampah Kota Cimahi, dapat dipastikan bahwa pengalihan dari TPAS Sari Mukti ke TPPAS Regional Legok Nangka akan berdampak terhadap jumlah anggaran dalam APBD yang harus disiapkan.

Atas dasar itu, draft perjanjian kerja sama terkait pengalihan pengelolaan sampah ke TPPAS Regional Legok Nangka ini harus mendapat persetujuan dari DPRD Kota Cimahi, sebagai landasan legal formal terkait komitmen bersama eksekutif dan legislatif dalam pemenuhan kewajiban sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kerja sama dimaksud.  

“Alhamdulillah memang dari DPRD Kota Cimahi sendiri sudah menyetujui tentang rencana pembuangan sampah pengalihan dari Sari Mukti ke Legok Nangka di tahun 2024 sebanyak 150 ton per hari, sedangkan di Cimahi itu produksi sampah adalah 260 ton per hari. Tetapi kita membuat persetujuan dengan DPRD adalah sementara 150 ton per hari yang kita buang ke TPPAS Legok Nangka di tahun 2024. Untuk anggarannya adalah sekitar Rp 24 miliar anggarannya semuanya," kata Ngatiyana.

Diakui Ngatiyana, tidak semua sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Cimahi dapat diangkut ke TPPAS Legok Nangka, hal ini berkaitan dengan biaya pemrosesan akhir, termasuk biaya tipping fee sampah di TPPAS Regional Legok Nangka ini yang lebih mahal dari TPAS Sari Mukti. Selain itu, lokasi TPPAS Legok Nangka sendiri cukup jauh dari Kota Cimahi, yaitu di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung sehingga otomatis biaya pengangkutannya pun menjadi lebih mahal. 

Ngatiyana juga menggaris bawahi bahwa  biaya tambahan yang mungkin harus dikeluarkan terkait pemeliharaan truck pengangkut sampah dan biaya-biaya transportasi lainnya. 

Terkait dengan semua hal tersebut, ke depannya Ngatiyana akan memerintahkan jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Cimahi untuk duduk bersama Banggar DPRD dalam rangka membahas detail teknis anggaran yang harus diakomodir sebagai konsekuensi dari perjanjian kerja sama penggunaan TPPAS Regional Legok Nangka ini. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler