Pemda Indramayu Akhiri Kecemasan Petani yang Terancam Gagal Panen Padi

Sabtu, 22 Mei 2021 07:21 WIB

Share
Kondisi air irigasi di Saluran Induk Salamdarma sudah mulai normal lagi mengairi persawahan petani Indramayu. (fotoi:Ist.)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.CO.ID .

Sejumlah petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Gabuswetan, Bongas, Kroya  dan sekitarnya merasa cemas lantaran dilanda kesulitan air irigasi dari sungai Cipunagara melalui Bendung Salamdarma.

Soalnya debit air dari sungai Cipunagara itu dalam beberapa hari lalu sempat  menurun drastis. Padahal air itu sangat dibutuhkan para petani untuk irigasi tanaman padi. Wajar para petani kemudian merasa cemas atau khawatir. Sebab tanaman padinya terancam gagal panen lantaran kekurangan pasokan air irigasi.  

 Mendengar kekhawatiran para petani itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu  bertindak cepat. Mencari jalan keluar terbaik guna mengatasi persoalan ancaman kekeringan pada lahan pertanian di wilayah kecamatan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Oce Dadang Iskandar, melalui Plt. Sekretaris BPBD Indramayu, Caya mengatakan, pihaknya terus berupaya meminta penambahan debit air dari pengelola Bendung Salamdarma di perbatasan Subang – Indramayu.

Kendati saat ini kondisi pintu irigasi pada akses irigasi pengairan wilayah tersebut terjadi kerusakan. “Sejak kemarin debit air sungai Cipunagara mengalami kenaikan. Sore ini sudah ada limpahan pasokan air,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tidak tinggal diam. Selalu  memperjuangkan pertanian di wilayah Indramayu agar tidak terjadi gagal panen.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu yang fokus pada persoalan pertanian. Pihaknya tetap mengalirkan air sesuai kebutuhan dan kondisi debit di Cipunagara.    

Ia berjanji terus membantu petani yang mengandalkan sumber air irigasi  dari sungai Cipunagara. Termasuk mengatasi kekeringan lahan persawahan Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan dengan menempuh kesepakatan bersama General Manager  Perum Jasa Tirta (GM PJT) II.

“Debit air dari Bendung Salamdarma akan ditambah. Selanjutnya untuk pintu lainnya akan dikurangi,” tuturnya, Jumat (21/05/2021).

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler