Kenapa Kongres IV Persatuan Alumni  GMNI Diselenggarakan di Kota Bandung, Ini Alasannya

Minggu, 23 Mei 2021 11:14 WIB

Share
Foto bersama usai pertemuan. (foto:Ist)

Kenapa Kongres IV GMNI Diselenggarakan di Kota Bandung, Ini Alasannya

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Jelang Kongres IV Persatuan Alumni (PA) Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GMNI) belasan kader yang kini telah menjadi tokoh politik nasional bersilaturahmi ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Jl Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung.. Kongres, sedianya akan berlangsung di Kota Bandung pada tanggal 19-21 Juni 2021.

Ketua PA GMNI Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengatakan, dipilihnya Kota Bandung sebagai lokasi kongres dengan satu pertimbangan yakni, Bung Karno menyukai ide-ide, kebangsaan, sosialisme, dan keislaman karena pernah berguru ke tokoh Persis di Bandung,

Selain itu, tegas Ahmad Basarah lagi, intelektualise Soekarno juga tumbuh kembang di Jawa Barat pada umumnya dan Kota Bandung pada khususnya, termasuk saat bertemu dengan Kang Marhaen (nama petani), yang kemudian dijadikan teori dan ajarannya marhaenisme.

"Dengan kata lain pilihan kongres di tetapkan di kota Bandung selain historis baik melakukan napak tilas Perjuangan bung Karno di Bandung Jabar," katanya.

Berbekal latar belakang itulah, Ahmad Basarah berharap, Kongres IV PA GMNI nanti bisa menjadi momentum untuk kebangkitan kembali pikiran-pikiran dan ajaran bung Karno untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Diluar itu dia berharap Kongres ini memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara dan pemerintah terutama Penanganan Covid-19 yang belum selesai," tutupnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyambut baik diselenggarakannya Kongres IV PA GMNI di Kota Bandung. Harapannya, bisa menghasilkan sebuah gagasan baru. Mengingat, Bandung merupakan rumah gagasan dengan nasionalisme yang tinggi.

Emil, panggilan karib dari Ridwan Kamil, mengakui, GMNI merupakan organisasi yang berpegang teguh terhadap ajaran-ajaran  Bung Karno, maka dari itu historis tentang Bung Karno perlu juga disosialisasikan lebih jauh kepada generasi muda.

"Kecintaan kita kepada Soekarno sama semuanya, menurut saya generasi sekarang kurang mendapatkan referensi dan saya kawatiran historis maka jas merah itu saya sangat perhatikan," katanya.

Namun, kata Emil, semua itu harus di bungkus dengan bentuk narasi-narasi yang gaya penyampaian sesuai dengan generasi.

Selain itu, ajang tersebut diharapkan dapat gagasan-gagasan baru tentang bagaimana Penanganan Covid-19 yang sudah merebak khusus di Indonesia bisa berakhir, katanya dahulu semua orang mengira ini hanya urusan kesehatan ternyata memporak-porandakan seluruh dimensi termasuk pola pikir.

"Kongres ini bisakah selain diurasan internalnya menghasilkan gagasan besar yaitu judulnya pos Covid-19 Indonesia, kalau ada orang-orang pintar GMNI dan ada waktu bulan depan hasilnya ada narasi-narasi pos Covid-19 Indonesia mau kemana," kata

"Menurut saya belum ada organisasi yang serius menelaah itu, kalau ada itu menjadi dokumen sejarah yang menjadi sumbangan besar terhadap ke Indonesia kita di Pos Covid-19,"tambahanya.

Tokoh GMNI yang bertamu ke Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat adalah Ketua Panitia Kongres IV GMNI Karyono Wibowo, beserta panitia dan pengurus PA GMNI Pusat, beserta jajaran PA GMNI Jabar. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler