Lewat Disdagin, 26 Produk UMKM Kota Bandung Masuk Ritel Modern 

Minggu, 23 Mei 2021 09:39 WIB

Share
WaliKota Bandung, Oded M. Danial . (foto:Aris)


BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID.
Wali kta Bandung, Oded M. Danial terus  berupaya untuk memberdayakan produk-produk UMKM. Melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) menginisiasi kerja sama dengan toko modern Indomaret guna memasarkan produk-produk UMKM.‎

"Ada UMKM kita kerjasama dengan Indomaret, harapan Mang Oded tentu saja bahwa kerjasama ini bisa mendongkrak UMKM untuk lebih maju," kata Oded, di Toko Indomaret, Jl. Pasir Kaliki, Kota Bandung..

Oded mengungkapkan, selain kerja sama tujuan dari kerjasama adalah untuk menggeliatkan ekonomi ‎ "Iya betul (untuk menggeliatkan ekonomi)‎," ungkapnya.

Oded berharap, para pelaku UMKM di Kota Bandung dapat merespon kesempatan kerjasama tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengenalkan dan memasarkan produk-produk UMKM Lokal.‎

"Untuk pelaku UMKM, pesan mang Oded jadikan kerjasama ini momentum untuk meningkatkan kualitas UMKM, jangan abai ini kesempatan yang luar biasa," ujarnya.‎

Oded menambahkan, sejauh ini baru ada 26 produk UMKM asal Kota Bandung yang disebar di Toko Indomaret se-Jawa Barat.‎

"Ada 20 pelaku UMKM dengan 26 Produk, 10 produk sudah masuk di gerai-gerai Jawa Barat, ada 15 gerai di Kota Bandung," tambahnya.‎

Ke depan, lanjut Oded, pihaknya akan terus berupaya untuk menginisiasi kerjasama dengan toko-toko modern lain.

"Insya allah, ini kerjasama yang baik dengan disdagin, pertama ini dengan indomaret, saya berharap yang lain juga bisa, seperti Yogya," tandasnya.‎

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah mengungkapkan, Disdagin akan terus memfasilitasi antara UMKM Kota Bandung untuk bisa masuk ritel atau toko modern.

"Ini fasilitasi antara UMKM Kota Bandung dengan ritel atau toko modern, yang di dalamnya ada supermarket maupun minimarket," katanya.

"Bulan kemarin kami selenggarakan fasilitasi kemitraan untuk 200 pelaku UMKM Kota Bandung baik craft sampai modern. Seperti di Yogya, Indomaret dan Borma. Ini salah satu bentuk aktualisasi bahwa kita inginkan ritel yang ada di Bandung memprioritaskan produk pelaku usaha kota Bandung," jelasnya.

Elly menambahkan, ada standarisasi bagi produk yang ingin masuk ke ritel dan toko modern, khususnya kuliner. Mulai dari perizinan produksi, komposisi gizi sampai batas kedaluwarsa.

"Standardisasi jelas ada, semacam PIRT (Perizinan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), label halal, nutrition facts, sampai batas kedaluwarsanya. itu tergantung toko ritelnya," pungkasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler