Perusahaan di Karawang Abaikan Permintaan Pemkab, Ribuan Karyawan yang Mudik Belum Dites Antigen

Selasa, 25 Mei 2021 17:38 WIB

Share
Ahmad Suroto, Kepala Disperindag Karawang. (foto:asl)

 

KARAWANG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pasca libur lebaran, disinyalir ribuan buruh di Karawang belum terdeteksi kesehatannya. Padahal, Pemkab Karawang sudah meminta setiap perusahaan untuk mencatat karyawannya yang mudik lebaran dan kemudian dilakukan tes antigen. Baru Satu perusahaan sudah melaporkan jika 8 karyawannya terpapar covid-19.

" Baru satu perusahaan yang melaporkan dan 8 karyawannya terpapar Covid -19. Sedangkan ratusan perusahaan industri lainnya belum melaporkan karyawannya kepada kami. Padahal laporan itu penting untuk pencegahan penyebaran Covid -19. Kami khawatir terjadi lagi klaster industri seperti sebelumnya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang, Ahmad Suroto, Selasa (25/05/2021).

Menurut Ahmad Suroto, jumlah perusahaan industri mencapai 1.500 perusahaan yang berlokasi di lima kawasan industri di Karawang. Jumlah karyawan yang mencapai ratusan ribu orang itu diperkirakan  ribuan karyawan ikut gelombang mudik lebaran.

"Kebanyakan pekerja industri itu berasal dari luar Karawang, sekitar 85% dari jumlah pekerja yang ada. Jadi sebagian ada yang mudik lebaran kemari," katanya.

Suroto mengatakan untuk mencegah terjadi klaster industri, Pemkab Karawang membuat edaran kepada semua perusahaan industri untuk mendata karyawannya yang mudik lebaran.  Kemudian semua karyawan yang mudik wajib mengikuti swab tes yang dilaksanakan perusahaan. Hasilnya harus dilaporkan ke Pemkab Karawang dan Satgas Covid-19.

"Belum ada satupun yang melaporkan itu yang membuat khawatir," katanya.

Menurut Ahmad Suroto, Pemkab Karawang tidak mau kecolongan lagi terjadi klaster industri. Oleh karena itu pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan jika terbukti ada karyawan yang terpapar Covid-19 tapi tidak melapor.

"Kami masih menunggu laporan dari perusahaan terkait ini. Tapi jika belum juga melapor kami yang bertindak," katanya.(asl)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler