Siaga Bencana Gempa dan Tsunami, Kabupaten Pangandaran Gelar Simulasi

Rabu, 26 Mei 2021 20:43 WIB

Share
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat memimpin Apel Simulasi Siaga Bencana Gempa dan Tsunami di Gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) di kawasan Pasar Wisata (foto: dry)

Siaga Bencana Gempa dan Tsunami, Kabupaten Pangandaran Gelar Simulasi

 

PANGANDARAN,POSKOTAJABAR.CO.ID

Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menggelar kegiatan simulasi siaga bencana Gempa dan Tsunami. Kegiatan simulasi akan jadi agenda rutin tepatnya setiap tanggal 26. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan simulasi siaga bencana gempa dan tsunami melibatkan ratusan orang yang terdiri dari TNI,Polri, Satpol PP, Damkar, BPBD Pangandaran, Relawan FKDM, Tagana Pangandaran, Satgas Jaga Lembur, Orari dan Ormas Pemuda Pancasila.

Apel simulasi Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Pangandaran dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan juga juga dihadiri Plt Kepala BPBD Pangandaran Dani Hamdani, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, Kasatpol PP Undang Shobarudin, Ketua TP PKK Kabupaten Pangandaran Ida Nurlaela Jeje Wiradinata dan juga beberapa anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya apel simulasi siaga bencana Gempa dan Tsunami, Bupati Jeje Wiradinata menyampaikan, bahwa kita hidup di daerah yang tentunya rawan bencana gempa dan tsunami, karena berada di wilayah pantai.

"Setiap tanggal 26, kita akan melaksanakan kegiatan simulasi penanganan bencana, dan kita akan memetakan dan  akan bekerjasama dengan BMKG Provinsi mana daerah yang rawan bencana sehingga apabila terjadi bencana akan lebih mudah untuk mengisolirnya," ujar Jeje saat memimpin apel Simulasi Siaga Bencana Gempa dan Tsunami di gedung Shelter Tempat Evakuasi Sementara (TES) pada Rabu (26/05/2021).

Menurut dia, Pangandaran mempunyai gedung Tempat Evakuasi Sementara (TES) kendati demikian tidak mungkin  pada saat bencana melanda seluruh korban di evakuasi ke gedung TES ini. 

"Untuk itu kita Pemerintah Kabupaten Pangandaran harus kembali memikirkan dan mengevaluasi bagaimana simulasi ini bisa berkelanjutan," katanya.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler