Cuaca Esktrem, Pemkab Tasikmalaya Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 27 Mei 2021 08:25 WIB

Share
Peserta simulasi melakukan evakuasi korban gempa bumi diatas gedung. (foto:kris)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2021, Momen ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana longsor dan Gempa Bumi, kegiatan simulasi berlangsung di Desa Parung Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.

Apel tersebut diikuti berbagai unsur terkait, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jajaran Polri, TNI, Tagana, SKPD lingkup Pemda Tasikmalaya, Relawan, Organisasi Masyarakat dan Palang Merah Indonesia (PMI). 

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zen mengatakan, kejadian bencana di  wilayah Kabupaten Tasikmalaya cenderung meningkat dalam setahun terakhir ini
Kejadian bencana itu, antara lain Gempa Bumi,  longsor, banjir dan pohon tumbang. “Itu semua berawal dari cuaca ekstrem,” ungkapnya, Rabu (26/5/2021)

Menurut Mohamad Zen, kejadian bencana akibat kondisi cuaca ekstrem itu tidak bisa dengan mudah diprediksi. Karenanya, kata dia, diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tersebut perlu untuk kesiapsiagaan.

Kata dia, Kegiatan ini diperlukan latihan atau simulasi bencana secara rutin untuk meyakini masyarakat akan semakin paham akan potensi bencana dan mitigasinya. Pemahaman warga akan mitigasi ini nantinya diharapkan dapat menekan risiko bencana.

 “Saya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, pemahaman dalam hal penanggulangan bencana dapat meningkat dan menumbuhkan kepedulian yang tinggi terhadap upaya-upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta personel BPBD Kabupaten Tasikmalaya terus menyampaikan informasi potensi bencana kepada masyarakat. Dalam upaya penanggulangan bencana.

Sementara iti, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, menyampaikan kegiatan simulasi ini dalam rangka memberikan kesiapsiagaan kepada relawan yang bertugas dilapangan dan sebagai edukasi kepada warga masyarakat, karena wilayah kabupaten Tasikmalaya sendiri daerah rawan bencana alam," ujarnya

Hal itu dipengaruhi kondisi curah hujan yang cukup tinggi, data bencana yang terjadi dikabupaten Tasikmalaya tercatat sebanyak 176 titik bencana dengan mayoritas longsot, Pergerakan tanaj dan puting beliung dengan korban jiwa dua orang," ucapnya.(Kris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler