Libur Waisak 2021 Objek Wisata Dipadati Wisatawan, Ketua DPRD Pangandaran Pantau Penerapan Prokes

Kamis, 27 Mei 2021 08:09 WIB

Share
Ketua DPRD saat menegur salah satu pengunjung yang tidak memakai masker, kemudian Asep memberikan satu buah masker kepada pengunjung tersebut untuk dipakai agar taat pada Protokol Kesehatan selama liburan di Pangandaran (foto: dry)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID

Setiap momen hari libur kawasan objek wisata pantai di Pangandaran selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat. Meski di masa pandemi covi-19 namun antusias warga untuk menghabiskan waktu libur bermain ke Pantai tak pernah surut. 

Dari pantauan POSKOTAJABAR.CO.ID kawasan pantai barat Pangandaran dipadati ribuan wisatawan yang tampak asyik beraktivitas berenang dan lainnya. Namun sayang masih banyak ditemukan baik wisatawan maupun pelaku usaha yang mengabaikan protokol kesehatan salah satunya dengan tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, hasil pantauan di kawasan objek wisata pantai Barat Pangandaran sudah terlihat bagus terkait penerapan protokol kesehatan ditengah masa pandemi.

"Saya lihat sudah mulai bagus, petugas juga selalu mengingatkan wisatawan dan pelaku wisata untuk melaksanakan 5M terutama menjaga jarak dan memakai masker," ujarnya kepada POSKOTAJABAR.CO.ID disela-sela membagikan masker di Pantai Barat Pangandaran. Rabu (26/05/2021).

Menurut Asep, hasil pemantauan sekitar 70 persen kesiapan pelaku wisata dan wisatawan pun sudah mulai ada kepedulian, walaupun masih banyak wisatawan yang masih selalu diingatkan. Kalau lihat petugas baru mereka pakai masker.

"Dengan kondisi demikian saya harap petugas di sebar diseluruh destinasi, ya minimal untuk mengingatkan para wisatawan untuk selalu pakai masker, begitu juga untuk para pelaku usaha yang masih banyak maskernya ada tetapi tidak digunakan, wisatawan juga secara keseluruhan kalau dilihat bawa masker hanya tidak mau menggunakan," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, penyekatan-penyekan dan kebijakan pemerintah daerah terkait buka tutup untuk objek wisata masih berjalan walaupun komandonya ada di tim keamanan TNI-Polri.

"Sementara untuk di kewilayahan itu komandonya ada pak Camat, tentu ini harus terus berkoordinasi melihat situasi update jumlah pengunjung di satu destinasi agar dari data yang ada kita baru melakukan langkah-langkah untuk penyekatan," papar Asep.

Asep mencontohkan, misalkan di pantai barat agak penuh maka seluruh akses yang menuju pantai barat di tutup, dan kita arahkan ke pantai timur.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler