Harga Kedele Naik, Gubernur Jabar Merasa Kasihan pada Tukang Tahu Tempe dan Kecap

Jumat, 28 Mei 2021 19:42 WIB

Share
Gubernur Jabar Ridwan Kamil(foto:Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Harga Kedele Naik, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku kasihan dengan nasib tukang tahu dan kecap. Katanya, hal itu terjadi karena tanaman kedele tidak cocok dengan iklim Indonesia.

"Itu teh sudah saya antisipasi, dan mendiskusikannya dengan Kementerian Pertanian. Memang geografis kita tidak cocok untuk menanam hal-hal seperti itu secara maksimal," katanya usai Rapat Paripurna bersama DPRD Jabar dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat. di Gedung DPRD Jabar Jl Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (28/05/2021).

Terkait hal tersebut, Emil, panggilan karib dari Ridwan Kamil menjelaskan yang terpenting saat ini ada jaminan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Pertanian, agar harga kedele di lapangan tetap bisa terjangkau.

"Karena kasihan, tukang tempe, tahu dan kecap," ungkapnya.

Importir Lagi Susah

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Eem Sujaemah mengatakan, sejak Januari 2021 lalu Disperindag bersama Satgas Pangan, Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan, serta Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menggelar operasi pasar sesuai arahan Kementerian Perdagangan dan Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian. 

Bersama, telah dilakukan untuk menahan tren kenaikan yang sudah terlihat sejak Desember 2020. Namun operasi pasar ternyata tidak menutupi kebutuhan yang terus meningkat, sementara pasokan kedelai impor semakin susut. 

“Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan importir lagi susah, Amerika sebagai importir lagi banyak permintaan. Kedele di kita ada, tidak langka namun harganya mencapai Rp10.500—Rp10.700 per kilogram,”katanya, Kamis (27/05/2021),

Menurut Eem, kedele berbeda dengan komoditas lain mengingat masih mengandalkan impor. Masalah ini tidak hanya terjadi di Jabar, melainkan terjadi di seluruh Indonesia.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler