Ratusan  Seniman Pantura  Demo,  Minta Pementasan Hiburan Dibolehkan Lagi 

Jumat, 28 Mei 2021 11:00 WIB

Share
Para seniman long march dari gedung DPRD Indramayu menuju kantor Bupati Indramayu. Di kedua titik ini mereka berorasi. Ringkasnya, mereka minta larangan pementasan hiburan dicabut sehingga para seniman bisa berkreasi lagi mencari rezeki. (foto:Yan)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Ratusan seniman Pantura Indramayu, Jawa Barat, Jumat (28/5/2021) pukul 09.40 WIB berunjuk rasa di dua titik yakni gedung DPRD Indramayu dan kantor Bupati Indramayu.

Mereka minta Pemerintah Kabupaten Indramayu mencabut Surat Edaran (SE) Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina yang melarang pemangku hajat menggelar pementasan hiburan karena hal itu dinilai bisa berpotensi menyebarkan  Covid-19.

Para seniman itu berasal dari daerah-daerah di wilayah Kabupaten Indramayu. Grup kesenian mereka berbeda-beda. Ada grup seni sandiwara, organ tunggal, tarling dangdut Pantura, Wayang Kulit dan lain sebagainya.

Mereka  berdatangan menggunakan puluhan mobil pribadi, pikap dan  truk. Kendaraannya  oleh petugas diarahkan diparkir di Sport Center Indramayu. Seniman langsung bergerak menuju  ke depan gedung DPRD Indramayu di jalan Sudirman Indramayu yang jaraknya sekitar 1 Km dari lokasi parkir.

Di gedung Wakil Rakyat ini perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan orasi yang dilakukan bergantian. “Intinya kami seniman Indramayu minta agar larangan pementasan hiburan dicabut sehingga para seniman bisa melakukan aktifitas kembali,” ujar Yanto, 38.

Seniman lain, Edi, 47 mengemukakan, sejak ada larangan menggelar pentas hiburan, para pemangku hajat merasa takut menyelenggarakan pementasan hiburan. Ujung-ujungnya banyak order panggung  yang diterima pimpinan grup kesenian terpaksa dibatalkan secara sepihak.

Padahal, seniman mencari sesuap nasi dari hasil pementasan hiburan di rumah pemangku hajat. Jika larangan pementasan hiburan terus berlangsung, seniman terancam tidak berpenghasilan. Dan hal itu mengundang masalah bagi kehidupan keluarga.

Usai menyampaikan orasi di depan gedung dewan, para seniman ramai-ramai long march menuju kantor Bupati Indramayu guna meminta kepada bupati membolehkan pementasan hiburan.

“Kalau larangan pentas terus diberlakukan, keluarga kami mau makan apa,” ujarnya. Hari ini dan kemarin pasca lebaran merupakan waktunya masyarakat desa menggelar hajatan. Biasanya para seniman diundang menghibur pemangku hajat,” ujarnya.

Ketika muncul larangan pementasan hiburan, para pemangku hajat takut menanggung resiko. Sehingga sebagian besar tidak berani memanggil pementasan hiburan. Kalau ada pemangku hajat yang terlanjur menggelar hiburan dan ketahuan petugas maka langsung ditutup.  

Oleh karena itu, para seniman di Indramayu meminta bupati membolehkan pementasan hiburan agar para seniman bisa berkarya sekaligus punya harapan dapur seniman terus berasap.

Dalam perjalanan long march dari gedung DPRD Indramayu menuju Kantor Bupati Indramayu, banyak grup kesenian membawa sound system di atas kendaraan bak terbuka. Mereka memutar lagu-lagu berirama Tarling Dangdut Pantura khas Indramayu.

Alunan musik tarling dangdut Pantura dengan dentuman bass yang menggema memancing perhatian ratusan warga,  juga para pengguna jalan. Suasana lalu-lintas kendaraan di jalan Sudirman yang sudah dibuka dua arah mendadak menjadi satu arah.

Sebab dari arah gedung DPRD Indramayu kondisi  jalan Sudirman sudah dipenuhi peserta long march. Kendaraan dari arah sebaliknya tidak bisa bergerak. Bahkan banyak pengendara yang terpaksa mengalihkan rute menghindari jalan Sudirman. Lantaran jalan itu dipadati para seniman yang tengah melancarkan aksi unjuk rasa.

Orasi para pengunjuk rasa di depan kantor Bupati Indramayu yang diselingi irama musik tarling dangdut Pantura menambah suasana hingar bingar. Meski cukup ramai,  namun suasana aksi unjuk rasa para seniman berlangsung tertib dan damai.

Aksi pengunjuk rasa dijaga ratusan personel Polres Indramayu, Kodim 0616 Indramayu dan Satpol Pamong Praja Indramayu. Mereka menjaga kantor Bupati atau Alun - alun Indramayu yang pagarnya telah dirobohkan. (Yan)


 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler