Akhir Pekan, Petugas Gabungan Kembali Lakukan Penyekatan Wisatawan di Bundaran Emplak Pangandaran

Sabtu, 29 Mei 2021 15:14 WIB

Share
Akhir Pekan, Petugas Gabungan Kembali Lakukan Penyekatan Wisatawan di Bundaran Emplak (foto: ist)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID

Petugas gabungan dari Polri-TNI dan Instansi Pemerintah terkait serta Satpol PP dan Dishub kembali melakukan penyekatan wisatawan di kawasan bundaran Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Sabtu (29/05/2021).

Penyekatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kalipucang Kompol Jumaeli itu dilakukan untuk mencegah timbulnya kerumunan di kawasan objek wisata Pangandaran. Mengingat hari ini merupakan akhir pekan dan diprediksi lonjakan wisatawan di kawasan objek wisata Pangandaran tinggi.

Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana menyampaikan, bahwa penyekatan yang dilakukan di kawasan Bundaran Emplak itu sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona dari sebuah kerumunan di kawasan objek wisata. Selain itu juga dalam rangka menerapkan kebijakan Pemerintah Provinsi Jabar terkait Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB) secara proposional yang berlangsung hingga 31 Mei mendatang.

"Kami tidak melarang wisatawan yang hendak berwisata ke Pangandaran. Penyekatan ini hanya tidak bersifat statis, ini akan kami lakukan penyekatan ketika kawasan objek wisata Pangandaran telah melebihi batas aman jumlah pengunjung atau sekitar 20 ribu yang sudah disepakati bersama," ujarnya kepada POSKOTAJABAR.CO.ID, Sabtu (29/05/2021).

Hendria juga mengatakan, mereka yang bertugas dilokasi penyekatan juga melakukan imbauan agar kepada wisatawan untuk selalu menaati protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

"Bagi mereka (pengunjung) yang tidak menggunakan atau membawa masker akan kami putarbalikan untuk membeli masker terlebih dahulu," tegasnya.

Mantan Kapolres Tasikmalaya itu berpesan kepada warga masyarakat yang hendak menghabiskan waktu akhir pekan di kawasan objek wisata untuk tetap selalu mempedomani protokol kesehatan. Kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu cara agar terhindar dari bahaya virus corona.

"Mari sama-sama kita tetap selalu mempedomani protokol kesehatan guna membantu pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona," tandasnya. (dry)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler