Disnaker Indramayu Targetkan 17 Desa Tahun 2021 Tersentuh Program Pe-Ri   

Senin, 31 Mei 2021 21:56 WIB

Share
Sekda Indramayu, Rinto Waluyo didampingi Kadisnaker Sri Wulaningsih melihat hasil produksi Eks Pekerja Migran saat meluncurkan Program Pe-Ri di Desa Pranti, Kandanghaur, Indramayu. (foto:Ist.)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat  melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)setempat  meluncurkan program Perempuan Berdikari (Pe-Ri) di Desa Pranti,  Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Senin (31/05/2021).

 Program Per-Ri ini merupakan program unggulan Bupati Nina Agustina dan Wakil Lucky Hakim. Bertujuan meningkatkan martabat kaum perempuan. Termasuk para purna atau Eks Pekerja Migran Indonesia atau PMI menjadi perempuan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam kewirausahaan untuk meningkatkan kehidupan keluarganya.

 Program ini memberikan kemudahan pelatihan, pendampingan serta akses permodalan melalui Perbankan Bank BJB. Jenis pelatihan dan pendampingan kewirausahaan dalam program tersebut di antaranya, materi motivasi kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pelatihan manajemen keuangan dan permodalan, legalitas produk, kemasan produk dan pemasaran.

 Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih mengatakan, pada tahun 2021, sebanyak 17 desa akan menjadi target pelaksanaan program perempuan berdikari dengan peserta purna PMI berusia produktif yakni 25 sampai 45 tahun.

 Diharapkan dengan adanya program ini tidak selamanya perempuan di Indramayu harus bekerja ke luar negeri. Dengan dukungan dari pemerintah daerah agar mendapat penghasilan yang cukup dan dikelola di negara sendiri.

 Program ini akan menyentuh 317 desa dan kelurahan se-Kabupaten Indramayu, yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026.

 Bupati Indramayu Nina Agustina, seperti disampaikan Sekretaris Daerah Rinto Waluyo mengatakan, program Pe-Ri merupakan komitmen Bupati Indramayu terhadap para purna Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Indramayu.

 Dengan pelatihan kewirausahaan akan sangat membantu para purna PMI dalam pengelolaan keuangannya.

 “Program Perempuan Berdikari harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh peserta. Karena selain bermanfaat juga akan diberikan fasilitasi permodalan oleh BJB” kata Rinto.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler