Gubernur Jabar: Pembangunan Proyek yang Dilakukan Jasa Konstruksi Harus Adopsi Teknologi Terkini

Senin, 31 Mei 2021 21:39 WIB

Share
Pelantikan jajaran pengurus BPD Gapensi Jawa Barat periode 2021-2026. (foto:Ist)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Musyawarah Daerah Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jawa Barat  XIII yang diungkapkan oleh Ketua Umum BPD Gapensi Jabar Susilo Wibowo periode 2016-2020, terdapat perbedaan dalam konsep pembangunan di daerah dengan adanya otonomi (Otda). 

Otonomi daerah tersebut dapat memberikan keleluasaan bagi masing-masing daerah di provinsi dan kabupaten/kota untuk membangun wilayahnya dengan cara dan konsep masing-masing.    

Begitupula harapan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil), saat menghadiri acara Musda tersebut di Hotel Grand Preanger Jalan Asia Afrika Bandung, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Emil, Gapensi harus dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar terkait proyek pembangunan di wilayah Jabar.

Bahkan kata Emil bahwa pembangunan-pembangunan proyek yang dilakukan jasa konstruksi harus mengadopsi teknologi terkini agar tidak tertinggal dengan negara lain.

“Gapensi harus mampu mengejar negara lain diharapkan ilmu teknologi jangan jalan ditempat hanya itu-itu saja, kualitas harus dinaikkan," tegas Emil.

Gapensi, tambah Emil, dibawah pimpinan Susilo dan pegurus barunya, terkait pembangunan Kawasan Peruntukan Perindustrian, seperti diwilayah Majalengka, Cirebon dan Subang merupakan proyek jangka panjang tersebut merupakan proyek pembangunan perlu diusulkan oleh Gapensi sehingga gagasan dari masyarakat dapat berkesinambungan. 

Hal itu ditanggapi pula oleh Ketua Umum BPD Gapensi Jabar Susilo Wibowo yang menjabat periode 2016-2021, dengan adanya perbedaan dalam konsep pembangunan di daerah dengan adanya otonomi. 

"Otonomi daerah tersebut dapat memberikan keleluasaan bagi masing-masing daerah di provinsi dan kabupaten/kota untuk membangun wilayahnya dengan cara dan konsep masing-masing.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler