Setahun Terpasung dalam Gubuk Kecil, Akhirnya Lukman Merdeka dari Pasungan  

Senin, 31 Mei 2021 05:54 WIB

Share
Setelah setahun terpasung di dalam gubuk kecil dengan tangan terborgol, Lukman, warga kampung Tugu Kulon RT 03 RW 20 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur akhirnya bisa menghirup udara bebas.(Foto:Nuki)

CIANJUR.POSKOTAJABAR.CO.ID
Setelah setahun lebih terpasung di dalam sebuah bangunan gubuk kecil dengan tangan terborgol, Lukman, warga kampung Tugu Kulon RT 03 RW 20 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) berusia 37 tahun itu, Minggu (30/05/2021) sore dibebaskan dari pasungan oleh Tim Kementrian Sosial (Kemensos).

Hari itu juga dia langsung dibawa ke balai rehab penyandang disabilitas mental Phala Marta Cibadak Sukabumi.

Unit Dirjen Kemensos, PSBL Phala Marta, Umar Khaerudin mengungkapkan, hari ini pihaknya melakukan pembebasan ODGJ yang dipasung juga evakuasi ke balai rehabilitasi Phala Marta, sesuai informasi yang diterima rencananya ada tiga orang di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Jadi kami dari Tim Kemensos akan mengevakuasi tiga ODGJ warga Cianjur untuk dibawa ke balai Phala Marta sambil mempersiapkan kelengkapan administrasi medis untuk pelayanan medis ke RS Jiwa dalam rangka rawat inap,"ujar Umar saat ditemui seusai mengevakuasi Lukman.

Jika kelengkapan administrasi sudah siap, lanjut Umar,  besok bisa langsung ditindaklanjuti ke RS untuk rawat inap.

"Soalnya kami lihat kondisi kang Lukman barusan butuh layanan rawat inap untuk kesehatan jiwanya,"imbuhnya.

Biasanya, jelas Umar, lama proses rawat inap di RS itu sekitar 21 hari. Setelah itu pimpinan Balai Phala Marta mengarahkan untuk mendapatkan layanan asistensi rehabilitasi sosial dari balai Phala Marta.

"Jadi dari hasil assesment awal pada hari ini, setelah nanti ke RS akan masuk ke balai Phala Marta dan kemudian nanti melakukan asesment konperensif disamping pemulihan kesehatan jiwanya juga  untuk pemberdayaan secara sosial ekonomi.

Pihaknya berharap hasil assesment konferensifnya Kang Lukman ini masih mempunyai potensi untuk dikembangkan kemampuan bersosialnya.

"Terutama didalam melaksanakan peranan fungsinya, katakanlah sebagai Kegiatan kegiatan dibidang usaha,"pungkasnya. (Nuki)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler