Sidang Lanjutan Ajay,  Jaksa KPK Pertanyakan Pengadaan Alkes dan IMB PT Leuwitex Jaya

Senin, 31 Mei 2021 19:55 WIB

Share
Walikota Cimahi Nonaktif, Ajay M Priatna seusai sidang, Senin(31/05/2021). (foto:Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Dalam Sidang lanjutan Walikota Cimahi (non aktif) Ajay M Priatna, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang terdiri dari Tito, SH, Budi Nugraha, SH, MH, dan Tri Handayani, SH, MH membahas masalah Pengadaan Alat-alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Cimahi dan membahas masalah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan proyek pabrik PT Leuwitex Jaya seluas 10.000 meter2 yang diduga ditarik uang konpensasi oleh Ajay M Priatna Rp 1,2 Miliar.

Sidang lanjuta tersebut yang dipimpin Majelis Hakim I Dewa Gede S, SH, MH, Hakim anggota Sulistiono, SH, MH dan Melindawati, SH, MH. Di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung ,Senin (31/05/20021).

JPU KPK juga menghadirkan 5 saksi-saksi yang terdiri dari dr Reri Marliah, MM Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cibabat, Kepala Bidang Administrasi Umum RSUD Cibabat Sri Wahyuni, Manager Keuangan PT Leuwitex Jaya Karman Komar, Direktur CV Mitra Pratama (Milik Ajay) Agus Subakti dan saksi pengadaan alkes Itoh Suharto.

Diakui oleh Reri pada saat itu dirinya masih menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cibabat, saat dibahas pertamakalinya pertemuan antara Reri, Itoh dan Ajay membahas masalah penyediaan Alat-alat Kesehatan untuk Covid-19 senilai Rp 2 Milyar.

"Saya dipanggil Bapak Walikota untuk menghadap beliau, dan pada saat pertemuan tersebut dirumah beliau ada Pak Itoh, dan saya diperkenalkan oleh Pak Ajay bahwa Pak Itoh adalah teman Pak Ajay,"jelasnya.

Selanjutnya, kata Reri kembali, karena rumah sakit membutuhkan alat-alat kesehatan seperti Alat pelindung diri, tempat isolasi Covid-19, faceshild, masker, handsanytizer dan sarung tangan steril.

"Pada saat itu Pak Itoh oleh pak Ajay disuruh datang langsung ke Rumah Sakit Cibabat, dan saya arahkan pak Itoh untuk langsung menghadap dr As," papar Reri.

Disaat JPU mempertanyakan masalah Anggaran yang digunakannya, menurut Reri anggaran tersebut menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Administrasi Umum Sri Wahyuni, setelah Itoh menghadap Sri, akhirnya Itoh melaksanakan kontrak proyek bersama RSUD Cibabat.

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler