Kemenag Jabar Siapkan Strategi Mengantisipasi Gejolak Pembatalan Haji 2021

Jumat, 4 Juni 2021 20:21 WIB

Share
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat (Jabar) Ahmad Handiman Romdony (foto: doc: Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat (Jabar) Ahmad Handiman Romdony mengatakan, pembatalan calon jamaah haji sesuai dengan KMA (Keputusan Menteri Agama) No 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 2021.

"Kita sebagai instansi vertikal ya harus tetap melaksanakan keputusan dari Menteri Agama tersebut," ucap Ahmad saat dihubungi  POSKOTAJABAR.CO.ID,di Bandung, Jumat (04/06/2021).

Ia menjelaskan, meskipun keputusan tersebut bagi calon jamaah haji yang berangkat tahun 2020 kurang menguntungkan. Namun keputusan tersebut mau tidak mau harus diterima. 

"Keputusan pemerintah yang sudah diambil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang komprehensif. Berdiskusi dengan Komisi VIII, Ormas Islam dan seluruh stakeholder. Mudah-mudahan keputusan ini yang baik untuk semuanya," jelasnya.

Ia mengatakan, kuota pemberangkatan untuk calon jamaah haji di Jabar sebanyak 37,988. Menurutnya, kuota tersebut belum ada perubahan dari tahun 2020.

"Jumlah kuota ini tahun 2020. Jadi belum ada perubahan," katanya.

Guna mengantisipasi terjadinya gejolak dari calon jamaah haji. Kemenag Jabar telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasinya. Salah satunya dengan menggalakan sosialisasi oleh Kemenag di Kabupaten/kota.

Tak hanya itu, sambung dia, pada saat pengumuman oleh Kemenag RI yang berbarengan Bidang PHU Jabar sedang melaksanakan Rakernis,

"Jadi semua sudah menyaksikan bersama-sama pengumunan bapak Menteri kemari. Sekaligus menyampaikan kepada aparat kita di daerah, dimohon untuk memberikan pemahaman kepada jamaahnya," sambungnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler