Perhutani Ungkap Banyak Pihak Terlibat di Pengrusakan Hutan Ciampel 

Jumat, 4 Juni 2021 09:05 WIB

Share
Aktivitas penambangan di lokasi hutan Kutapohaci Kecamatan Ciampel. (foto:Ist)

 

KARAWANG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Sengkarut penambangan tanah merah di lokasi hutan petak 25a Blok Cijengkol RPH Kutapohaci Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel menggurita melibatkan berbagai pihak.

Dalam Surat Perhutani yang dilaporkan ke Polres Karawang Tanggal 25 Mei 2021 membeberkan banyak pihak yang terlibat dalam dugaan pengrusakan hutan yang dikelola oleh Perhutani itu.

Penambangan tanah merah yang disinyalir untuk pembangunan Tol Jakarta-Cikampek 2 itu terbongkar setelah ada tinjauan dari Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi ke lokasi penambangan. 

Saat ini, pihak kepolisian menyerahkan aduan pengrusakan hutan dan penambangan tanah merah di lahan Perhutani Kecamatan Ciampel ke Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng W melalui WhatsApps menjelaskan, jika kedua belah pihak antara pihak Haji Enan dan Perhutani mengaku mempunyai bukti kepemilikan. Maka, sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana) permasalahan tersebut masuk ke ranah keperdataan.

"Kami dari Polres baru bisa melakukan penanganan pidananya setelah ada putusan inkrah terhadap status lahan tersebut," kata Oliestha, Kamis (03/06/2021).

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan membenarkan telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk kegiatan cut and fiil untuk penunjang proyek strategis nasional.

Permohonan tersebut diajukan CV. Daya Putra Panjalu di lokasi lahan hutan yang diklaim milik H Enan dengan waktu selama tiga bulan sejak diterbitkan surat tersebut, yakni Tanggal 28 Januari 2021.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler