Massa PMII Pangandaran Datangi Gedung DPRD Pertanyakan Realisasi Progam Pangandaran Hebat Tahun 2020

Sabtu, 5 Juni 2021 19:59 WIB

Share
Sejumlah Massa PMII Pangandaran Geruduk Gedung DPRD Untuk Pertanyakan Realisasi Progam Pangandaran Hebat Tahun 2020 (foto: dry)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID

Sejumlah massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran untuk mempertanyakan perihal Program Pangandaran Hebat (Pahe) tahun 2020 yang tidak kunjung terealisasi, Jumat (04/06/2021).

Ketua PMII Kabupaten Pangandaran Yusup Maulana Sidik mengatakan, kedatangannya ke gedung DPRD yang merupakan rumah wakil rakyat ini untuk meminta kejelasan mengenai program Pangandaran Hebat tahun anggaran 2020 dan 2021 yang digagas Pemerintah Daerah (Pemda) Pangandaran.

"Kami menyampaikan beberapa tuntutan yang terkait kejelasan progam Pangandaran Hebat tersebut, apakah dilanjutkan atau ditiadakan, dan hasilnya pun Pemerintah harus menyampaikan kepada publik," kata Yusup kepada wartawan digedung DPRD Pangandaran).

Kata dia, DPRD Kabupaten Pangandaran juga diminta untuk memberikan kejelasan berapa besaran anggaran progam pahe, bagaimana teknis pelaksanaan dan mekanisme realisasi program Pahe tersebut.

"Kami dari PMII menuntut untuk merealisasikan anggaran program Pangandaran hebat tahun anggaran 2020, jika tidak ada dalam perencanaan anggaran tahun 2020 maka DPRD harus bertanggung jawab," sebutnya.

Yusup mengaku, pihaknya juga membawa kado untuk dewan berupa batu baterai, kacamata bolong dan kain kafan.

"Batu baterai sebagai bentuk energi bagi DPRD dalam menjalankan tugasnya membela kepentjngan rakyat, kacamata bolong agar DPRD dapat melihat jelas dan mengawasi setiap kebijakan pemerintah, terutama soal Pahe ini dan kain kafan sebagai simbol matinya DPRD," paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Agus Nurdin menyatakan, program Pangandaran Hebat sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Namun pada tahun 2020 anggaran terkoreksi akibat Pandemi Covid-19.

"Akibat force majeure sehingga program Pangandaran Hebat ini ada yang terealiasi ada juga yang tidak," singkatnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler