Mahalnya Biaya Pemeriksaan Tes PCR di Pangandaran Jadi Kendala

Minggu, 6 Juni 2021 20:46 WIB

Share
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. (foto:dry)

PANGANDARAN,POSKOTAJABAR.CO.ID

Mahalnya biaya biaya pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Tes Antigen menjadi kendala. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran kini fokus pada tracking kontak erat dan pemeriksaan di ruang publik.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyebutkan, tes PCR dan Rapid Tes Antigen ini dilakukan sejak 23 Mei sampai dengan 28 Mei lalu dengan cara diacak.

"Setidaknya ada 93 orang yang sudah di tes PCR dan 600 orang sudah mengikuti tes Rapid Antigen," ujarnya, Minggu (06/06/2021).

Menurut dia, akurasi tes antigen sudah sangat bagus dan akan terus dimaksimalkan.

"Tes ini diberlakukan secara random bagi pelaku wisatawan dan juga warga," katanya.

Jeje mengaku, saat ini terdapat kendala untuk memaksimalkan tes PCR di antaranya mahalnya biaya pemeriksaan PCR.

"Untuk satu kali pemeriksaan saja butuh anggaran sekitar Rp1 juta dan itu harus ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten," terangnya.

Jeje menjelaskan, bahwa Pemkab Pangandaran menginginkan tes PCR diperluas, tetapi anggarannya sangat mahal. Selain kendala anggaran, respons masyarakat yang menjalani tes tergolong minim.

"Masyarakat banyak yang mengaku takut di Covid kan setelah menjalani tes PCR dan antigen. Maka Pemkab Pangandaran fokus pada tracing kontak erat dan pemeriksaan di ruang publik secara acak," jelasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler