Marak Pinjol Ilegal di Tengah Masyarakat, OJK Imbau Gunakan Jasa  Fintech Lending  Berizin

Minggu, 6 Juni 2021 11:49 WIB

Share

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

Marak pinjaman online (pinjol) ilegal di tengah masyarakat hingga banyak para nasabah mengalami teror dan intimidasi, disebabkan minin pengetahuan dan ketidakmampuan para nasabah membayar kewajiban berupa angsuran pinjaman.

Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya mrngadakan acara Media Gathering dengan tema Integritas dan Netralitas Media dalam Rangka Mengawal Perekonomian Bangsa,  di Kampung Sampireun, Kecamatan Samarang kegiatan akan dilakukan selama dua hari yakni Sabtu hingga Minggu (05-06/06/2021) 

Kegiatan Media Gathering di ikuti para awak media dan pegawai pemerintah Kabupaten, Pemerintah kota yang bertugas di wilayah priangan timur.

Kepala OJK Tasikmalaya, Edi Ganda Permana, menyampaikan, kasus seperti ini, khususnya di wilayah priangan timur, kini masih menjadi perhatian OJK Tasikmalaya.

Sepanjang tahun 2020, wilayah kerja OJK Tasikmalaya sendiri, tercatat 91 pengaduan mengenai fintech ilegal khususnya terkait pinjol.

 “Ada sekitar 91 laporan yang masuk mengenai pinjol, itu data tiga bulan terakhir yang masuk baik melalui datang langsung atau melalui surat,” ujarnya, Minggu (6/6/2021)

Selain potensi kejahatan, OJK  mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar atau berizin dari OJK.

Adapun jumlah penyelenggara fintech lending berizin dan terdaftar berjumlah 138 penyelenggara dengan rincian 57 penyelenggara berizin dan 81 penyelenggara terdaftar.

"Untuk itu OJK mengingatkan agar masyarakat tidak mengakses fintech lending ilegal karena hal itu sangat berbahaya dalam arti menimbulkan kerugian baik materiil dan immateriil bagi masyarakat. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler