Wakil Walikota Yana : Sebentar Lagi Kolaps, Kasus Covid-19 di Kota Bandung Naik dan  BOR Nyaris 80 Persen

Minggu, 6 Juni 2021 22:12 WIB

Share
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana di Gedung PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Minggu 6 Juni 2021. (Foto Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pemkot Bandung resah, kasus Covid-19 terus meningkat. Bahkan tingkat keterisian tempat tidur (BOR --bed occupancy rate) nyaris 80 persen. Bagaimana kalau kemarin pemerintah pusat dan daerah tidak membatasi mudik.

Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, tren kenaikan kasus positif Covid-19 terjadi pascalebaran dan libur panjang beberapa waktu lalu.

"Indikatornya, saya saat ini, lihat BOR  saja, ini sudah 79,9 persen. Naik terus, ini sih saya pikir sudah ke titik psikologis, menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun tenaga kesehatannya, sebentar lagi kolaps," katanya, lewat rilis yang diterima redaksi, Minggu (06/06/2021).

Yana pun ingin meluruskan, regulasi masyarakat tidak boleh melakukan mudik muncul sebab Pemkot Bandung khawatir siklus peningkatan Covid-19 terjadi. Itu bisa terjadi dua pekan sampai sebulan setelah libur panjang.

"Saya tidak bisa bayangkan kalau kemarin Pemerintah Pusat dan Daerah tidak membatasi soal mudik. India saja yang sudah terkendali jadi 9.000an penambahan (kasus positif Covid-19) per hari. Hari ini sampai 360 ribu," ucapnya.

"Kita ini (Indonesia) mungkin sudah mendekati 100 ribu orang, ngeri buat saya. Karena di Kota Bandung saja sudah lebih dari 100 kasus per harinya. Sebelumnya 30an kasus, sekarang sudah di 101 kasus per hari," lanjutnya.

Menurut Yana, angka tersebut baru pascalebaran. Sedangkan setelahnya ada libur Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila yang bisa dimanfaatkan libur panjang bersamaan dengan cuti pada sebelum atau sesudahnya.

"Kemarin konsentrasi mencegah libur panjang seminggu sebelum lebaran. Padahal di tanggal berikutnya ada lagi hari libur yang jatuhnya hari kejepit. Mungkin ada saja orang yang mengambil cuti dan memanfaatkannya jadi libur panjang," katanya.

Yana mengatakan, kunci dalam mengantisipasi penambahan kasus lebih banyak yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kewilayahan dari RT dan RW. Mereka lebih hafal terhadap warganya yang diduga mudik sehingga harus dilakukan test atau melakukan isolasi mandiri.

"Kuncinya itu, kita minta kewilayahan, termasuk TNI-Polri. Kuncinya di sana saja (RT RW), karena lebih paham. Soal infrastruktur, faskesnya, tempat isolasi mandiri untuk yang tidak bergejala kita sudah siapkan. Orang yang bergejala kita minta Rumah Sakit menambah tempat tidur juga. Mudah-mudahan tidak terpakai," pungkasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler